GROBOGAN, mediajateng.net – Hari raya Idul Fitri 1440 H tingal beberapa hari lagi, tentunya akan diikuti tradisi pulang ke kampung masing-masing atau mudik. Guna menghadapi arus mudik tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan melakukan berbagai persiapan. Utamanya fokus pada perlintasan kereta api.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan Suwito menjelaskan bahwa di wilayah Kabupaten Grobogan terdapat 151 titik perlintasan kereta api. Dari total tersebut ada beberapa yang sudah berpalang pintu, ada yang tidak berpalang pintu dan nada juga yang di tutup. Untuk yang berpalang pintu sendiri, ada yang dibuat oleh PT KAI dan ada yang dibuat oleh pemerintah desa setempat.

“Dari 151 titik perlintasan kereta api tadi, ada yang berpalang pintu dari PT KAI, ada juga yang berasal dari pemerintah desa setempat dan perlintasan yang tidak ada penjagaan sama sekali harus ditutup,” jelas Kabid Lalu Lintas dan Angkutan, kepada Mediajateng.net, Kamis (23/5/19).

Ditambahkan suwito, pemerintah desa menugaskan warganya untuk menjaga perlintasan, penjaga tersebut yang mendapat honor atau gaji dari APBDes setempat.

“Dinas Perhubungan selalu berkoordinasi dengan pemerintahan desa yang terdapat perlintasan kereta api. dimana tiap perlintasan terdapat penjaga yang Sehingga nanti saat arus mudik, perlintasan tersebut terjaga keamanannya bagi pengguna jalan maupun untuk kereta apinya”, tambah Suwito

Sepanjang jalur KA dari Gubug hingga Sulursari terdapat 14 perlintasan besar yang semuanya sudah terdapat palang. Meskipun tidak ada penambahan petugas jaga, namun untuk penjagaan palang tersebut lebih diefektifkan lagi.

“Di tiap-tiap perlintasan ini ada empat personil yang dibagi menjadi dua shift yakni dua orang untuk shift pagi dan dua shift untuk malam. Kita dari Dinas Perhubungan akan mengintensifkan, kita beri peralatan berupa senter dan jaket agar pada saat pemantauan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sekalipun pada saat turun hujan,” tambah Suwito.

Suwito menyatakan pihaknya sudah melakukan persiapan terkait itu mulai saat ini. Namun, untuk efektifnya dimulai H-10 sampai H+10.

Usai melakukan pengecekan kesiapan perlintasan tanpa palang pintu, juga dilakukan pemeriksaan kondisi rel KA. (Ag-MJ)