Banyak Cluster Baru Covid-19, PKM Di Semarang Kembali Diperpanjang

Semarang, Mediajateng.net, – Pemerintah Kota Semarang memperpanjang pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang hingga 14 hari kedepan yakni 21 juni 2020. Hal itu diungkapkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan, Sabtu (6/6/2020).

“Mulai PKM Jilid dua kita lakukan rapid dan swab test dengan gencar. Ternyata kita temukan banyak kasus dan kluster baru. Pada awal PKM jilid dua kita ada 52 pasien Covid-19, kemudian meningkat jadi 168 orang sampai saat ini,” katanya kepada mediajateng.

Hendi sapaan akrabnya menerangkan pada PKM jilid III ini akan dilakukan beberapa modifikasi Perwal. Diantaranya tempat ibadah yang jika sebelumnya merujuk ke lembaga keagamaan, fatwa MUI dan tokoh agama.

Pada jilid III PKM ini tempat ibadah boleh buka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.  Pengelola tempat ibadah melaporkan kepada gugus tugas di wilayah masing-masing.

“Kalau jamaah kurang dari 100 laporannya kepada gugus tugas kecamatan. Kalau jumlah lebih 100 orang dilaporkan pengelola tempat ibadah ke gugus tugas kota,” katanya.

Adapun perubahan kedua yakni pernikahan dan pemakaman tetap diperbolehkan dengan maksimal 30 orang. Dengan menekankan protokol kesehatan.

“Tempat hiburan tetap kita minta tidak buka. Jam operasi usaha sampai jam 21.00 dengan menerapkan protokol kesehatan. Selama PKM jilid III ini kita akan terus gencarkan swab dan rapid test agar kita tahu posisinya saat ini dimana,” tandasnya.

Pihaknya menegaskan tidak menaikan status dari PKM menjadi PSBB. Tapi dia juga ingin ekonomi warganya masih bisa berjalan.

“Kita ambil jalan tengah, jangan ditawar lagi dan harus ditaati jangan dilanggar. Kita ingin masyarakat bisa melakukan kegiatan ekonominya. Kalau dilanggar dan ditawar lagi ya kita PSBB saja, ini kan jalan tengah agar warga bisa kerja aktivitas ekonomi agar mereka bisa makan,” tandasnya. (ot/mj)

Tinggalkan Balasan