GROBOGAN, Mediajateng.net – Banjir melanda delapan desa di Kabupaten Grobogan, Selasa (19/3) sore.

Banjir ini bersumber dari curah hujan yang tinggi sejak pukul 12.00-15.00 WIB ditambah tersumbatnya saluran air akibat tumpukan sampah.

Kedelapan desa yang terendam banjir antara lain, Desa Mojoagung dan Desa Termas (Kecamatan Karangrayung), Desa Kemiri (Kecamatan Gubug), serta Desa Tinanding, Manggarwetan, Manggar Mas, Pahesan dan Watutunggal (Kecamatan Godong).

Dari informasi yang didapatkan, hujan deras mengguyur wilayah barat Kabupaten Grobogan sejak pukul 12.00-15.00 WIB. Kondisi tersebut juga diperparah dengan penyumbatan beberapa saluran air akibat tumpukan sampah.

Di samping tumpukan sampah, tingginya sedimentasi di beberapa sungai yang mengalir di delapan desa tersebut membuat air meluap dan memasuki pemukiman warga dengan kedalaman 15-50 cm. Banjir ini juga membuat akses pengendara terhambat. Beberapa kendaraan terlihat harus didorong sebab mengalami mati mesin.

Dari tiga kecamatan tersebut, banjir di wilayah Kecamatan Karangrayung ini bersumber tingginya sedimentasi Sungai Jajar dan Sungai Teleng. Hal tersebut diungkapkan langsung Hardimin, Camat Karangrayung.

Menurut dia, pihaknya sudah pernah mengajukan permohonan ke Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana untuk segera menindaklanjutinya terkait dengan pengerukan.

“Kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan untuk pengerukan sungai itu. Mereka juga sudah menindaklanjuti dengan turun ke lapangan. Tetapi, sampai saat ini belum dilakukan pengerukan sedimentasi di Sungai Jajar dan Sungai Teleng,” ungkap Hardimin, Rabu (20/3).

Banjir ini mulai surut sekitar pukul 23.00 WIB di hari yang sama. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Grobogan, Endang Solistyoningsih, pihaknya dengan menggandeng muspika setempat mengadakan pembersihan sampah yang menyumbat saluran air.

“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi pengurangan sedimentasi sungai-sungai dan saluran air. Kami berharap, instansi terkait yang mempunyai kewenangan itu segera menindaklanjutinya,” ujar Endang, yang juga mantan Sekretaris Dinas PUPR Grobogan tersebut. (mj/ag)