GROBOGAN, Mediajateng.net – Banjir yang turun di kawasan Kabupaten Blora dan sekitarnya, Minggu (13/11) sore hingga malam hari, picu terjadinya genangan banjir di dua kecamatan yang tinggal di sekitar Sungai Lusi, Kabupaten Grobogan.

Air yang melimpas dari sungai Lusi, menggenang Desa Boloh, Kecamatan Toroh dan Desa Jatiharjo, Kecamatan Pulokulon. Bukannya mengering, namun air malah melimpas kesisi barat yakni Kecamatan Penawangan, Senin (14/11).

Selain banjir, bencana alam tanah longsor juga terjadi di Desa Dindurejo, Kecamatan Toroh. Beberapa rumah rusak lantaran terkena longsoran tanah. Bahkan, sebuah mushala juga terkena timbunan material tanah.

Bencana alam tanah longsor terjadi setelah pondasi rumah penahan tanah atau talud ambrol dan longsor karena hujan deras. Ambrolan menimpa rumah Kasdidan mushala di Dusun Sonorejo RT 7, RW 10, Desa Sindurejo Kecamatan Toroh.

“Longsor karena sebuah pondasi penahan tanah. panjang 16 meter, tinggi 5.5 meter jebol. Sebuah rumah dan tempat ibadah mushola rusak. Kerugain ditaksir Rp 50 juta,” ungkap Kapolsek Toroh AKP Sunaryo.

Selamet Setiyono, Petugas Dinas Pengairan mengungkapkan, limpasan Sungai Lusi terjadi ketika debit mencapai titik tertinggi yakni 9,54 meter. Dimana, air kiriman dari Kabupaten Blora dan kawasan hutan disekitarnya tidak mampu ditampung oleh sebagian Tanggul Lusi.

“Ada tanggul yang mengalami penurunan, sehingga air melimpas ke permukiman penduduk,” ungkapnya di sela memantau ketinggian air di Pos Pantau debit air Jagalan, Kabupaten Grobogan. (MJ-070)

2 KOMENTAR

  1. Wow that was odd. I just wrote an incredibly long comment but after I clicked submit my comment didn’t show up.
    Grrrr… well I’m not writing all that over again. Regardless, just wanted to say wonderful
    blog!

Comments are closed.