Semarang – mediajateng.net

Sebuah tembok bangunan tua setinggi kurang lebih 7 meter di jalan Sleko RT06 RW11, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Sabtu (2/12) subuh, roboh . Nahasnya, reruntuhan bangunan menimpa bedeng yang diduga liar. Akibatnya, seorang nenek bernama Suparti (60) tewas di lokasi kejadian.

Dari keterang saksi Sunaryo (55) mengatakan, sekitar pukul 04.30 wib, dirinya mendengar suara gaduh tak jauh dari lokasi.

“Saat itu saya lagi duduk , lalu melihat kabel listrik korslet dibarengi suara keras, ‘brug’ gitu, saya datang ke lokasi, bangunan sudah rubuh nimpah rumah bu Suparti,” jelasnya

Saksi lainnya, Damiyati (56) yang merupakan tetangga korban mengaku sejak Jumat (1/12) kemarin, dirinya melihat batu bata bangunan tua tersebut mulai berjatuhan. Dia pun khawatir dengan korban yang tinggal di belakang gedung tersebut.

IMG-20171202-WA0001

Dari informasi yang dihimpun, warga yang tinggal di 21 rumah sejak tahun 1980 ini sudah diperingatkan oleh Kepala Kelurahan Bandarharjo agar segera pindah, karena berbahaya. Bangunan tersebut juga sudah dipasang spanduk yang melarang untuk tidak mendekati bangunan.

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Andis Arfan Tofani mengatakan, bangunan kuno yang disebut gedung Syahbandar ini sudah tua dan sudah lapuk, sehingga sangat berbahaya bila didekati.

“Sangat berbahaya tinggal berdekatan dengan bangunan tua, karena rawan runtuh. Terkait korban, tadi langsung dievakuasi,” tuturnya.

Pihak keluarga korban sudah diberi kabar, namun menolak jija jenasah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Sehingga, jenasah Suparti dibawa ke rumah duka agar segera dimakamkan. (MJ-303)