SEMARANG, Mediajateng.net, – Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said berkunjung ke rumah ibu Habibah di Jalan S. Parman, Kota Semarang, Jumat (21/12).

Tujuan kedatangan Sudirman Said adalah bersilaturahmi terkait keinginan masyarakat yang meminta adanya perubahan situasi bernegara dan kepemimpinan nasional dengan mengekspresikan melalui berbagai cara. Salah satu contohnya yang dilakukan ibu Habibah.

“Di Semarang ada ibu Habibah. Semangat perubahan seperti yang dilakukan Ibu Habibah ini terjadi di mana-mana, di Tegal, Riau, Aceh, Madura, dan tempat-tempat lainnya,” kata Sudirman yang merasa tersentuh dengan kegigihan Ibu Habibah.

Ibu Habibah adalah istri Profesor Amanullah, soerang ahli bedah syaraf senor di Semarang, yang sudah lama mengabdi untuk negara. Dia memasang baliho besar bergambar Prabowo-Sabdi di halaman rumahnya di Jalan S. Parman, Kota Semarang.

Baliho itu diturunkan petugas Satpol PP Kota Semarang. Ibu Habibah mengejar petugas Satpol PP, protes atas tindakan mereka mencopot baliho yang dipasang di halaman rumahnya sendiri. Protes tidak digubris.

Dia pun melanjutkan protes ke Bawaslu dan KPU Kota Semarang. Namun tetap tidak ada tindak lanjut. Akhirnya ia memutuskan membuat lagi baliho namun kali ini dibuatkan tempat pemasangan yang lebih kokoh dan permanen.

Tindakan aparat itu tak menyurutkan semangatnya. Bahkan makin membuatnya jadi militan. Sambil menjaga baliho yang dipasangnya ia bediri di depan pintu gerbang rumahnya sambil mengacungkan dua jari kepada setiap pengendara motor dan mobil yang lalu lalang di jalan depan rumahnya.

“Saya minta kepada aparat keamanan, penyelenggara Pemilu, Pengawas, bersikaplah adil. Kalian semua adalah abdi negara dan abdi rakyat. Salah kalau menghalangi rakyat menunaikan hak asasinya. Sikap politik adalah hak asasi manusia. Jangan gunakan kekuasaan untuk melanggar HAM,” kata Sudirman Said dengan tegas.

Ibu Habibah kepada awak media menyampaikan bahwa dirinya hanya menginginkan adanya perubahan, baik itu pada situasi bernegara maupun perubahan akan pemimpin baru.

“Saya ingin perubahan, dan saya ingin kedzaliman dan ketidakadilan diakhiri. Karena itu saya ikut kampanye agar tahun 2019 ada Presiden baru,” tegas Ibu Habibah saat bersama Sudirman Said menemui awak media.

Sejak kemarin tamu-tamu terus berdatangan memberi dukungan dan simpati pada Ibu Habibah. Rumahnya dikunjungi banyak relawan. Setelah Sudirman Said meninggalkan rumahnya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Pimpinan DPD Partai Gerindra Jawa Tengah juga ikut menyambangi Bu Habibah. (ot/mj)