SEMARANG, Mediajateng.net – PMI Sebagai garda terdepan dalam tugas kemanusiaan dan penanggulangan bencana harus tetap konsisten dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.

“Hal yang sangat penting adalah pengurangan risiko bencana dengan mencegah dan menekan kerusakan maupun korban jiwa dari dampak bencana alam,” kata Budiyanto EP, Kepala Badan Koordinasi Wilayah II melalui Herminal Rivai, Kasubid Sosial Budaya Bakorwil II saat pembukaan Rakorwil II di Boyolali, Selasa (29/11).

Bakorwil II meliputi Kabupaten Boyolali, Surakarta, Klaten, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo, Kebumen, Sragen, Karanganyar, Wonosobo dan Sukoharjo.

“Wilayah bakorwil II memiliki kerawanan bencana besar yakni erupsi merapi dan banjir bengawan solo,” imbuhnya.

Rakor membahas tentang kesiapsiagaan bencana Gunung Merapi, Permenkes 91/2015, rencana Platform dan Rencana Kontijensi Bengawan Solo. “Platform Bengawan Solo merupakan komitmen yang akan menjadi acuan PMI diwilayah sepanjang sungai, untuk menjaga dan menguatkan fungsinya bersama masyarakat,” jelas Nashir, Koordinator Sungai program Masyarakat Tangguh Banjir (MTB).

Platform menjadi pedoman disaat kondisi normal dan renkon digunakan saat situasi darurat dan bencana.

“Platform dan Renkon kami kembangkan untuk Bengawan Solo, yang merupakan pilot project dukungan dari IFRC dan Zurich Insurance Indonesia,” jelasnya.

Warjo, Koordinator Lapangan program MTB Kabupaten Wonogiri mengungkapkan bahwa Platform Bengawan Solo ini nantinya bukan hanya dipakai di wilayah Jawa Tengah tetapi juga akan dipakai di wilayah Jawa Timur. “Karena sungai Bengawan Solo dari Hulu ke Hilir-nya berada di wilayah kedua provinsi tersebut,” ungkapnya.

Erupsi Merapi memiliki siklus dan renkon-nya telah dipahami semua komponen. Sedangkan renkon sungai BS saat ini masih dalam proses penyempurnaan. “Yang terjadi sekarang dan sering adalah banjir dari luapan air sungai BS, sehingga kami akan koordinasikan dengan pengampu wilayah dari hulu hingga hilir BS,” jelas Warjo. (MJ-017)

1 KOMENTAR

Comments are closed.