Bacok hingga Jari korban Putus, 12 Remaja Geng Camp136 TT Dibekuk

Semarang – mediajateng.net

Petugas Resmob Polrestabes Semarang berhasil membekuk 13 remaja yang tergabung dalam sebuah geng yang bernama Camp TT 136. Mereka ditangkap usai melakukan penegeroyokan teehadap remaja lainnya hingga megalami luka di dada dan jari tangan putus akibat sabetan celurit.

Geng Camp TT 136 yang ditangkap ini memang dikenal bengis oleh geng lainnya. Camp merupakan sebutan untuk kelompok remaja nakal di Semarang, sedangkan TT merupakan singkatan dari kata Tanda Tanya karena mereka bersenjata tajam celurit yang bentuknya mirip tanda baca tanda tanya.

Peristiwa pengeroyokan yang dilakukan oleh Camp TT 136 terjadi hari Sabtu (23/12) pekan lalu sekitar pukul 22.00 WIB di jembatan atas tol Manyaran, Jalan Abdurahman Saleh Semarang Barat. Saat itu korban bernama  Ananda Fajar Pratama (17) sedang melintas bersama seorang temanya usai merayakan ulang tahun diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Pimpinan geng Camp TT 136, Djohan Ardian (17) warga Banowati Selatan, Semarang Utaran dengan beringas mengayunkan celurit hingga korban terluka sobek di dada kanan sepanjang 15 cm dan jari telunjuk kanannya putus.

IMG_20171229_175854

Tim Resmob Sat Reskrim Polrestabes Semarang yang dipimpin Kasubnit I, Aiptu Janadi berhasil membekuk Johan dan anggotanya hari Rabu (27/12) lalau sekitar pukul 21.00 WIB.

” 13 tersangka semua laki-laki, mereka pelaku penganiayaan yang meresahkan, mereka perkumpulan geng motor. Satu korban putus jari tangan dan robek di bagian dada masih perawatan,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat  jumpa pers di kantornya, Jumat (29/12).

Para pelaku yang dibekuk ternyata usianya masih muda yaitu antara 16 tahun dan 17 tahun. Mereka ada yang masih duduk di SMP, SMK dan ada juga yang putus sekolah.

“Dua orang diantaranya juga melakukan hal serupa di daerah Semarang Barat. Mereka punya rencana tahun baru mau membuat kerusuhan,” tandasnya.

Sementara itu Johan mengaku tidak ada dendam atau masalah dengan korban sebelumnya. Ia dan gengnya memang ingin mencari keributan.

“Memang ribut tapi enggak tahu apa yang diributkan. Waktu itu minum congyang,” kata Johan.

Saat ini kelompok tersebut masih terus ditangani kepolisian dan dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun. (MJ-303)

Comments are closed.