Semarang, Mediajateng.net – Ketika pertumbuhan ekonomi tingkatan daerah diharapkan semakin terdongkrak dari sektor investasi, masyarakat di wilayah Jawa Tengah sepertinya harus menunggu untuk berinvestasi terutama di sektor obligasi daerah.

Alasan tersebut muncul karena seperti disebutkan Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, agar masyarakat lebih aman dalam berinvestasi di sektor obligasi, masih banyak persyaratan aturan yang mesti terpenuhi terlebih dahulu oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah.

“Pemerintah Jawa Tengah harus memiliki perhitungan berapa besar kapasistas hutang yang bisa dikeluarkan. Yang nantinya digunakan untuk menetapkan nilai obligasi daerah yang bisa diterbitkan, sekaligus berapa besar rata – rata dana yang harus disisihkan dari APBD untuk membayar hutang tersebut. Pemerintah harus mempersiapkan seberapa besar proyek secara matang.” kata Ludy Arlianto, selaku Tim Teknis Obligasi Daerah Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Senin (4/6)

Secara teknis, penyusunan sistem obligasi daerah saat ini masih dalam taraf pembahasan secara matang antara pemerintah pusat dengan daerah. Pembahasan tersebut lebih terfokus kepada tingkat kebutuhan pembiayaan untuk setiap proyek di tingkat daerah dengan melihat seberapa besar pasar penyerapan obligasi itu sendiri nantinya.  Jika berhasil diterapkan di wilayah Jawa Tengah, obligasi daerah ini nantinya diharapkan akan menjadi role model di seluruh daerah lainnya.

“Kami menargetkan aturan obligasi daerah akan selesai hingga akhir tahun 2018 ini.” tambah Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Bambang Kiswono. 

62 KOMENTAR

  1. What’s up to all, how is all, I think every one is getting more from this web page,
    and your views are fastidious in support of new visitors Aturan Investasi Obligasi
    Daerah Selesai Akhir Tahun Ini | mediajateng .

Comments are closed.