SEMARANG, mediajateng.net, – Plaza Goa Kreo di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati Semarang menjadi salah satu tempat yang dipadati warga di malam pergantian tahun. Ditempat tersebut, pengunjung disuguhi atraksi dan seni budaya ketoprak serta pentas tari semarang secara massal.

Menurut Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang M Irwansyah, plaza Goa Kreo sengaja dibangun sebagai panggung pentas seni sekaligus menunjang atraksi di destinasi wisata setempat.

“Ruang-ruang publik seperti ini dibangun untuk mengembangkan bakat seni sehingga terjangkau oleh masyarakat, sekarang tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkannya,” terangnya di Semarang, Senin (31/12).

Irwansyah mengatakan, secara tupoksi Distaru memiliki kewenangan membangun fasilitas-fasilitas penunjang sarana publik. Karenanya, saat warga di Kandri berkeinginan memanfaatkan plaza ini untuk berkegiatan seni budaya, pihaknya sangat mendukung.

Ia menambahkan keberadaan panggung yang dibangun kurang lebih selama dua bulan tersebut merupakan simbiosis mutualisme antara Pemkot dan masyarakat sekitar. Dan terbukti, panggung pagelaran seni yang dibangun Pemkot di pinggir dermaga Waduk Jatibarang dipadati penonton yang hendak menghabiskan sisa tahun 2018.

“Apalagi saat ini Semarang telah masuk dalam daftar 4 Kota Destinasi Pariwisata di Indonesia,” tukasnya.

Lebih lanjut Irwansyah mengatakan, pihaknya bersama dinas terkait perlu terus berbenah dan menyajikan sesuatu yang dapat menarik para wisatawan. Dengan kemasan dan penyajian yang menarik, Kota Semarang diyakini dapat menjadi kota destinasi favorit, salah satunya dengan seni dan budaya.

“Bulan November 2019 mendatang, Festival Folklore akan kembali digelar dengan jangkauan yang lebih besar, sehingga Pak Wali (Hedrar Prihadi -red) ingin mewadahi masyarakat untuk mengembangkan kebudayaan lokal,” tandasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Sadiin selaku ketua panitia gelar budaya Kelurahan Kandri menambahkan, jika pihaknya sengaja memberikan suguhan berbeda saat malam pergantian tahun. Salah satunya gelaran tari dan ketoprak kreasi Sanggar Langun Tri Budaya yang juga ada di Kandri.

“Kami berupaya menampilkan kreativitas yang dimiliki warga, meski belum seberapa namun kita ingin mengukuhkan budaya sendiri,” ujarnya.

Dirinya mengatakan juga jika ada tarian yang tidak dapat ditampilkan akibat kendala cuaca, yakni Tari Kera Wanara Parisuka. Tari tersebut merupakan kreasi dari warga Talun Kacang yang berkiblat pada sejarah penamaan Goa Kreo.

Selain gelar budaya, untuk menggantikan pelepasan lampion, panitia membuat 1000 lentera sebagai selfie spot para pengunjung, serta di akhir acara akan dibagikan sego kethek, makanan khas Desa Talun Kacang dan kembang api.

Salah satu pengunjung, Atik, warga RW 04 Kelurahan Kandri yang pada malam itu datang untuk menghabiskan tahun baru bersama kedua anaknya mengaku terkejut dengan fasilitas baru di Waduk Jatibarang tersebut.

“Tempatnya bagus, mirip Taman Indonesia Kaya, tapi kecil. Bagus untuk melatih anak-anak yang senang seni untuk tampil,” katanya. (ot/mj)