Anggota Koramil 13 Semarang Selatan membantu mengevakuasi barang dari dalam rumah keluarga Doni yang keruntuhan atap rumah di Kampung Kertanegara Pleburan Semarang. Foto : Dok Kodim 0733 BS Semarang

SEMARANG, Mediajateng.net – Ketika bencana datang tidak terduga, maka kebersamaan jadi kekuatan.

Hal itulah yang dirasakan Dono. Saat atap rumahnya hancur dimakan rayap kekuatan TNI Kodim 0733 BS Semarang menjadikan dirinya bisa kembali menikmati kenyamanan.

Bukan lari dari kenyataan. Namun, kerja cepat dan tepat membuat pemilik nama lengkap Doni Ristiawan itu bisa segera mengatasi nasib tragis menimpa warga Kampung Kertanegara, Kelurahan Pleburan Semarang.

Pasalnya, rumah yang ditempati Doni Ristiawan, Kamis (7/3/2019) pukul 01.30 WIB atapnya runtuh dan menimbun penghuni rumah. Atap bangunan rumah runtuh pada dinihari karena kayu penyangga rapuh dimakan rayap.

Dalam peristiwa dinihari tersebut, Doni beserta istrinya, Winda dan ketiga anaknya sedang terlelap tidur. Kerusakan para terjadi di ruang tamu karena reruntuhan kayu dan genting menimpa perabot mebel.

Sementara dua kamar keluarga juga tak luput dari asbes, kayu dan genteng yang berguguran.
Saat runtuh menurut Doni semua sedang terlelap tidur, termasuk dirinya.

Meski seluruh atapnya roboh namun di bagian kamar tidur tidak sampai mencederai hingga fatal penghuninya.

“Hanya anak saya terbentur kayu yang jatuh dari atas pada mukanya dan memar, tapi alhamdulillah tidak sampai luka parah,” aku Winda, istri Doni.

Saat ambruk, terdengar suara reruntuhan keras. Hal ini membuat tetangga sebelah, Pelda Zaenal Abidin anggota Babinsa Lamper Tengah Koramil 13 Semarang Selarang langsung menuju rumah Doni dan langsung membantu mengevakuasi korban.

“Saat terjadi roboh kami kira ada gempa bumi, sebab suaranya bergemuruh dan membuat getar lantai rumah kami. Saya keluar dan ternyata terdengar suara Bu Winda (istri Doni) dan jeritan anak-anaknya. Seketika saya langsung menuju rumah. Ternyata atap rumahnya runtuh,” kisah Pelda Zaenal.

Saat hendak mengevakuasi korban, terdapat kondisi ruang tamu dan kamar penuh dengan debu material tembok yang ikut berguguran. Genteng menurut Pelda Zaenal satu per satu mlorot dan berjatuhan dari atas.

Tanpa pikir panjang Zaenal membangunkan warga lainnya bergegas membantu mengevakuasi warga dengan menggunakan helm untuk mengamankan kepala.

Tak ada korban jiwa dan luka serius dari keluarga yang menjadi korban atap runtuh.

Danramil 13 Semarang Selatan Mayor Inf Rahmatullah yang menerima laporan dari Pelsa Zaenal Abidin langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan Karya Bhakti membantu korban membersihkan puing dan mengevakuasi barang-barang berharga korban.

Kamis (7/3/2019) belasan prajurit TNI AD dari Koramil 13 Semarang Selatan langsung membersihkan puing-puing dan mengantar kepindahan sementara karena rumah tak bisa dihuni lagi lantaran atapnya runtuh.

“Di Koramil kami siagakan personil Siaga Bencana, maka ketika kami dapat laporan langsung kami tindak lanjuti dengan Karya Bhakti.

“Adanya kesulitan warga ini kami bantu dengan mengirimkan personil untuk Kerja Bhakti. Alhamdulillah tidak lama semua barang sudah bisa diselamatkan dan korban kami antar ke tempat tinggal sementara,” ungkap Mayor inf Rahmatullah.

Danramil Semarang Selatan menghimbau kepada seluruh warganya agar selalu rajin mengecek kondisi rumah setiap saat atau berkala untuk menghindari kejadian seperti yang menimpa Doni.

“Setiap rumah perlu dibuat lubang pengecek kondisi atap. Jadi jangan sampai ditutup semua. Kita semua harus mengenali kerawanan-kerawanan yang bisa mengancam keselamatan kita”, tegas Danramil.mj/50