SOLO, Mediajateng.net – Integrasi fisik Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Balapan yang selama ini terkesan terpisah dan menyusahkan pengguna jasa transportasi umum tersebut dilakukan.
Pakar transportasi Unika Suegojapranata, Joko Stidjawarno, kepada Mediajateng.net, mengungkapkan penyambungan dua terminal pemberhentian terbesar di Solo yakni Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Balapan, menelan anggaran dari APBN senilai Rp22 miliar. “Pembangunan ini memudahkan pejalan kaki untuk berganti moda, tidak hharus naik becak memutar, cukup berjalan kaki,” ungkap Joko.
Proyek dengan anggaran dari pemerintah pusat ini, imbuh dia menjadi contoh integrasi fisik antar simpul transportasi yang dibangun nyaman bagi pejalan kaki. “Bangunan penghubung ini nantinya tidak dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara,” tambahnya. (MJ-070)

1 KOMENTAR

Comments are closed.