GROBOGAN, Mediajateng.net – Api kembali bakar rumah warga. Bukan dari bakaran sampah, namun api kali ini berasal dari percikan api di meteran listrik.

Rumah di Dusun Ngrombo RT 3 RW 15 terbakar, Kamis (4/10/2018) ludes. Rumah milik Sardi tak bersisa lantaran terbakar di siang hari bolong.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian materiil yang dialami korban hingga Rp 110 juta.

Kebakaran rumah semi permanen diduga berawal dari percikan api yang berasal dari meteran listrik yang terpasang di sebelah kanan rumah tersebut. Dalam waktu tujuh menit, api langsung menghabiskan seisi rumah tersebut. Meski para penghuninya selamat dari kobaran api ini, namun sejumlah barang berharga tidak bisa diselamatkan kecuali satu unit sepeda motor dan seekor sapi.

“Hanya sebuah sepeda motor dan seekor sapi yang bisa diselamatkan dari kebakaran ini. Benda-benda lainnya ikut terbakar di rumah,” terang Arif, anak sulung Sardi.

Saat kejadian, di rumah tersebut hanya ada Arifin, adik terakhir Arif. Mengetahui adanya api yang berkobar di rumah tersebut, Arifin berlari memanggil ayahnya yang sedang bekerja memperbaiki musholla di depan rumah mereka. Saat kembali, Sardi berupaya menyelamatkan beberapa barang yang dapat diselamatkan. Namun, angin yang berhembus kencang membuat ia hanya bisa menyelamatkan motor dan seekor sapi miliknya.

“Padahal kemarin petugas PLN sudah datang kesini untuk memperbaiki meteran. Memang sebelumnya meteran tersebut tidak bisa diisi pulsa,” terang Arif.

Peristiwa kebakaran ini langsung dilaporkan ke Polsek Toroh. Mendapat informasi tersebut, Wakapolsek Toroh Iptu Kusmanto beserta jajarannya mendatangi lokasi kebakaran. Di sana, Iptu Kusmanto berupaya memberikan motivasi kepada Sardi dan keluarga.

“Berdasarkan keterangan korban, api berasal dari meteran PLN. Keterangan itu akan kita dalami lagi,” kata Iptu Kusmanto.Ag-mj