SEMARANG – Mediajateng.net

Pelaksanaan Ujian Nasonal Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/Mts sederajat tinggal dua bulan lagi. Berbagai persiapan pun dilakukan pihak sekolah agar tidak terjadi masalah ketika UNBK berlangsung awal Mei mendatang. Salah satunya adalah dengan menggelar simulasi serentak Senin (27/2)

Kepala SMP N 2 Semarang, Teguh Waluyo mengatakan jika sebelumnya siswa sebanyak 240 siswa di sekolahnya, telah siap melaksanakan UNBK Mei mendatang. Hasil sementara dari simulasi pelaksanaan UNBK hari pertama kemarin pun tidak ditemui kendala yang berarti.

” Hari pertama ini dibagi tiga shift, jumlah siswa yang ikut UNBK 240an siswa. Sementara tidak terjadi masalah dan bisa berjalan lancar,” katanya

Menurut Teguh ini, terkait sarana dan prasarana yang ada di sekolahnya tidak terkendala. Pasalnya pihak sekolah menggunakan 3 lab komputer dan 4 buah server. Namun masalah yang paling ditakutkan malah datang dari eksternal, yakni pemadaman listrik.

” Kalau sarana dan prasarana saya rasa hampir semua sekolah sudah siap, yang ditakutkan adalah jika terjadi pemadaman listrik saat pelaksanaan UNBK,” tuturnya.

Pihaknya mengaku, untuk mengantisipasi pemadaman listrik, pihak sekolah berencana akan menyewa genset. Pasalnya SMP N 2 Semarang, belum memiliki genset karena terganjal biaya yang cukup mahal. Karena biaya yang cukup tinggi, dirinya berharap saat UNBK berlangsung tidak terjadi pemadaman listrik.

” Antisipasi pemadaman, kita akan sewa genset. Soalnya kami belum punya, harganya sangat mahal minimal genset dengan kapasitas 30 ribu VA yang harganya ratusan juta. Kami belum bisa beli itu karena terganjal biaya,” pungkasnya (MJ-606)

Comments are closed.