DEMAK, Mediajateng.net – Jelang Idul Fitri 1440 H , Polres Demak melakukan pemusnahan ribuan botol miras Selasa (27/5/2019).P dilaksanakan di Mapolres Demak, seusai acara apel gelar pasukan Operasi Candi 2019 dengan disaksikan oleh Bupati Demak M Natsir, Dandim 0716 Demak Letkol Infantri Abi Kusnianto, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Miras pabrikan berbagai merk sebanyak 1508 botol, miras tradisional (arak) sebanyak 2.751 botol tersebut dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat.

Kapolres Bahtiar dan Dandim Abi memimpin langsung pemusnahan miras dengan mengendarai alat berat. Selain miras, sebanyak 6.000 biji petasan serta 2,5 kilogram obat petasan juga ikut dimusnahkan.

“Miras oplosan dan pabrik sama – sama bahayanya. Miras dan petasan yang dimusnahkan ini, merupakan hasil Operasi Cipta Kondisi selama puasa ramadhan,” kata AKBP Bahtiar.

Barang bukti miras dan petasan merupakan bagian dari operasi penyakit masyarakat (Pekat), yang dilaksanakan bersama Kodim 0716 Demak dan Satpol PP Demak. Penertiban pekat dengan sasaran miras dan petasan tidak hanya dilaksanakan pada bulan ramadhan saja namun setiap bulannya selalu melaksanakan kegiatan pemberantasan pekat.

“Kami terus menerus melaksanakan operasi pekat selalu ada miras.
Dengan adanya pemusnahan ini , kami berharap tidak ada lagi peredaran miras dan petasan di Demak,”ujar Kapolres Bahtiar.

Sementara itu, Bupati Demak M Natsir mengapresiasi operasi Pekat yang terus digencarkan oleh jajaran Polisi bersama TNI dan Satpol PP Demak. Terlebih sudah ada perda terkait pengaturan peredaran minuman di wilayah Kabupaten Demak yang harus mengandung alkohol 0 persen.

“Perdanya sudah ada, makanya kita harus tegakkan bersama-sama.
Kabupaten Demak harus bersih dari miras,” kata Bupati Natsir.

“Miras itu salah satu penyebab kejahatan,maka harus kita musnahkan. Kita hilangkan kemaksiatan di bumi para wali ini dengan seksama,” tandasnya.