Semarang-medijateng.net

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichardl mengaku setuju jika tanggul laut dijadikan satu dengan jalan tol lantara banyak keuntungan jika wacana tersebut terealisasi.

Pertama, anggaran pembangunan akan ditanggung pemerintah pusat. Kedua, proyek tersebut boleh dibilang 2 in 1. Sebagai penangkal banjir rob, sekaligus mengurai kepadatan jalan yang selama ini selalu terjadi sepanjang Terminal Terboyo-Sayung.

“Kami akan mendorong pemerintah untuk mempercepat proyek ini. Soalnya sangat penting untuk mengatasi rob dan kemacetan,” ujarnya.

Rencananya, jalan tol di atas tanggul laut itu harus membebaskan lahan seluas 1,897 juta meter persegi di wilayah Semarang dan Demak. Untuk Kota Semarang di antaranya meliputi Kelurahan Terboyo Wetan, Terboyo Kulon dan Trimulyo. Sementara Kabupaten Demak meliputi empat kecamatan, yakni Kecamatan Sayung (Desa Sriwulan, Bedono, Purwosari, Sidogemah, Sayung, Loireng, Tambakroto), Kecamatan Karang Tengah (Desa Batu, Wonokerto, Kedunguter, Dukun, Karangsari, Pulosari, Grogol), Kecamatan Wonosalam (Desa Karangrejo, Wonosalam, Kendaldoyong), dan Kecamatan Demak (Kelurahan Kadilangu).

Ada juga pergeseran lokasi, yaitu dari jalur lanjutan tol Semarang yang sebelumnya dekat SPBU arteri Kaligawe bergeser ke utara lagi.

“Di Demak, posisi jalan tol nantinya di utara objek wisata pantai Morosari, sehingga akan ada banyak lahan yang dulu hilang terkena abrasi akan terselamatkan,” Ungkapnya.(MJ-404)

1 KOMENTAR

Comments are closed.