SEMARANG, Mediajateng.net, – DPRD Kota Semarang kembali mendapat pelatihan dan bimbingan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan road show KPK ke Kota Semarang . Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi memimpin pelaksanakan sosialisasi pencegahan korupsi ini.

Kegiatan dilakukan di ruang paripurna DPRD Kota Semarang dengan agenda sosialisasi anti gratifikasi dan pengisian E-LHKPN dari KPK untuk segenap anggota DPRD Kota Semarang. Diharapkan melalui pembekalan ini anggota Dewan Kota Semarang bisa mendapatkan bekal ilmu dan bisa meminimalisir tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi saat dihubungi menyatakan, pembekalan yang disampaikan KPK sangat penting untuk seluruh anggota dewan. Apalagi dalam materi yang disampaikan cukup jelas, misalnya tentang gratifikasi. Dengan adanya pembekalan ini diharapkan anggota dewan tidak lagi terjebak dalam gratifikasi yang akan merugikan dirinya sendiri.

“Apa yang disampaikan oleh KPK sangat penting, jadi kita mengetahui apa itu gratifikasi sehingga kita tidak asal menerima uang atau barang yang terkait dengan jabatan sebagai wakil rakyat,” katanya.

Dia mengharapkan agar anggota DPRD Kota Semarang bisa semakin amanah dalam melaksanakan tugasnya.

Sementara itu staf Spesialis Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Widiarti mengungkapkan, tingkat kepatuhan atau kesadaran anggota DPRD kabupaten/kota di Indonesia masih rendah ketika diinstruksikan menyampaikan LHKPN. Apabila dipersentase, menurutnya, kepatuhan yang maksud tidak lebih dari 50 persen.

”Karena itu, kami mencoba mencari tahu serta menginformasikan berbagai hal terkait LHKPN,” katanya saat mengisi bimbingan teknis pengisian LHKPN menggunakan aplikasi e- Filing di Ruang Paripurna DPRD Kota Semarang. (ot/mj)