Semarang,Mediajateng.net-Sungguh ironis apa yang dialami oleh bocah yang masih berumur 6 tahun ini. Bocah laki laki yang masih duduk dibangku taman kanan kanak ini harus mengalami kekerasan seksual. Korban sudah dua kali disodomi oleh tetangganya sendiri, bahkan R (15)  yang drop out dari Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) dan penganguran ini masih terhitung kerabat korban . Terakhir korban disodomi pada tanggal (1/9) sekira pukul 15.00 di komplek pemakaman tak jauh dari rumah korban dan pelaku.
Menurut orang tua korban , Djuremi(46) warga Tawang Mas, Semarang Barat saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Minggu (4/9) mengatakan bahwa terungkapnya  kasus ini, saat anaknya MS (6) dipijatkan oleh neneknya pada minggu sore sekira pukul 16.00. Saat itu MS menjerit kesakitan saat dipijat pada bagian pantatnya.

” Anak saya menangis dan menjerit saat tukang pijat mengurut dibagian pantatnya. Saat itu neneknya langsung bertanya kenapa sakit?, dijawab oleh MS karena ditumpaki mas R dengan cara dipelorotin celananya,” Ungkap Djuremi dengan nada geram.

Setelah mendapat jawaban yang mengejutkan dari MS, Djuremi sore itu lantas memeriksakan anaknya ke Rumah Sakit dr Kariadi Semarang. Dari pemeriksaan tersebut didapat keterangan yang tak kalah mengejutkan dari dokter yang memeriksa.

” Dokter bilang di anus anak saya terdapat luka akibat penetrasi benda tumpul dan disarankan untuk segera melapor ke Polisi,” imbuh Djuremi.

Sementara itu korban MS yang dimintai keterangan oleh petugas SPKT Polrestabes juga dapat menceritakan bagaimana saat Pelaku R melakukan perbuatan keji ini . Korban mengatakan kalau perbuatan itu sudah dilakukan R sebanyak dua kali di kuburan tak jauh dari rumahnya.

” aku tuku krupuk rambak neng omahe mas R, trus dipameri gambar saru. Bar kui aku digeret neng kuburan. Katok ku diplorotke trus ditumpaki. Aku diincem nek laporan bapakku aku arep dijotosi,” ungkap korban polos.

MS juga menyebutkan kalau kejadian terakhir pada hari kamis (1/9) sedangkan kejadian sebelumnya dia mengaku lupa dan hanya bilang sudah lama. Atas peristiwa ini, akhirnya orang tua korban langsung melaporkan ke SPKT Polrestabes yang selanjutnya akan ditangani di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) .

Orang tua Korban pun berharap pelaku agar segera ditangkap agar kejadian yang menimpa anaknya tidak terjadi kepada anak anak lain(MJ-303)