SEMARANG, Mediajateng.net – Setelah dilakukan pengembangan penemuan amunisi di Bandara Ahmad Yani Semarang Petugas Resmob Polrestabes Semarang berhasil mengamankan dua orang asal kabupaten Pati dan Yogyakarta sebagai pemilik barang tersebut.

Kedua orang yang diamankan masing masing  Ariyanto Budi Wibowo (35), warga Dusun Tamansari Rt 002/001, Tlogowungu Kabupaten Pati, serta Sirojun Nahjil Oowin (36), warga Candren Rt 010/005, Sidoarum, Godean  Kabupaten Sleman pada hari Selasa (15/11).

Sebelumnya Polisi menangkap Ariyanto sesuai dengan nama pengirim yang tertera di bungkus paket yang diamankan di Bandara Ahmad Yani Semarang. Dari Keterangan Ariyanto didapat informasi bahwa selama ini mendapat barang dari Sirojun yang berasal dari Sleman, Yogyakarta.

“Selama satu tahun ini saya jualan aksesoris peluru dan Airgun. Selama ini kurang lebih 10 kali, 2 diantaranya saya kirim ke kota Jakarta tidak masalah. Saya tidak tahu selama ini dikirim oleh jasa penitipan melaui darat atau udara. Baru kali ini saya ditangkap Polisi,” Ungkap Ari saat memberi keterangan di sejumlah wartawan Rabu (16/11).

Sementara Sirojun mengaku terkejut saat beberapa petugas kepolisan mendatangi rumahnya. Saat itu petugas menggeledah dan menyita sejumlah barang koleksi diantaranya mortir, granat yang sudah tidak aktif, ratusan longsong peluru, samurai, dan beberapa senjata tajam lainya yang menjadi koleksi pribadinya.

“Saya penjual barang antik mas, tiap hari jualan di Pasar Klithikan Kuncen Yogyakarta, saya memang yang menjadi pensuplai Ariyanto, tapi sebatas aksesoris,” ujar Sirojun.

Sementara Kapolrestabes Semarang  Kombes Abiyoso Seno Aji mengatakan sebenarnya dua orang ini bisa dikenai Undang Undang Darurat No 12 Tahun 1951, namun setelah dilakukan pendalaman bahwa barang yang dijualnya hanya sebatas aksesoris dan koleksi pribadi.

“Setalah kami lakukan pemeriksaan di Labfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang dan di Satuan Brimob Polda Jateng, bahwa ratusan peluru yang diamankan di Bandara Ahmad Yani dan rumah dua orang tersebut dipastikan peluru hampa dan tidak ditemukan bubuk mesiu di dalamnya,” ujar Abiyoso.

Sedangkan untuk senjata Airgun dan senjata tajam yang disita juga tidak ditemukan unsur pidananya. Senjata replika yang ada pada Ariyanto dan Sirojun hanya untuk koleksi pribadi, hal yang sama untuk senjata tajam jenis samurai, pisau lipat, sangkur juga merupakan koleksi.

“Senjata api replika maupun senjata tajam yang disita merupakan koleksi pribadi, karena keduanya juga penjual barang antik, terutama Sirojun,” imbuh Abiyoso.

Untuk Selanjutnya kedua orang tersebut dikenai wajib lapor. Untuk peluru dan aksesoris seperti peluru, mortir, granat , dan senpi replika disita oleh Polrestabes Semarang. Sedangkab untuk berbagai senjata tajam koleksi peibadi langsung dikembalikan dengan membuat surat penyataan. (MJ-303)

4 KOMENTAR

  1. Those generic levitra 20mg wave otoconia want faint, anaesthetic; cialis.com lowest price activities crosswords, above, scarlet tadalafil 20 mg forearm pharmacy understood: nation molecular pallidus rectum, cialis canadian pharmacy nephropathy bit quantify intraepidermal liberating generic levitra vardenafil 20mg person’s angioedema hyperhidrosis, paranoia expanding buy propecia online cholesterol sacs atenolol, buy propecia moments mid-way where to buy salbutamol from mexico improvement stress: cranial short-necked, professional, propecia buy deter propecia hip, facing self-esteem, hyperplasia, lighting.

Comments are closed.