Anggota Koramin 0717/16 Gubug bersama instansi lain dan masyarakat melaksanakan Aksi Bersih Sungai di Sungai Tuntang Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan

GROBOGAN, mediajateng.net – Puluhan anggota Koramil 0717/15 Gubug bersama ratusan warga dan instansi lain turut serta dalam kegiatan bersih-bersih sungai Tuntang. Jumat (20/9). Aksi Bersih Sungai yang diselenggarakan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai Pusdataru Provinsi Jawa Tengah,  H. Teguh, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Demak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Grobogan, Kepala BPDAS, Camat Gubug, Perwakilan Polsek Gubug, Anggota Koramil 0716/Demak, Anggota Polsek Kebon Agung Demak, Dinas Perhutani, Dinas Lingkungan Hidup, PUPR Kecamatan Gubug, Kepala Desa Gubug beserta perangkat, Kepala Desa Kemiri beserta perangkat, Anggota Banser dan KILG (Komunitas I Love Gubug).

Dalam sambutannya, Kepala Balai Pusdataru Provinsi  Jawa Tengah, H. Teguh, S.Ss., P.MT mengatakan, pihaknya selaku penyelenggara kegiatan ini mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak atas partisipasinya dalam kegiatan ini.

“Kegiatan pembersihan di sungai Tuntang dilaksanakan untuk meningkatkan budaya peduli kebersihan di sungai karena air merupakan sumber kehidupan sedangkan sungai merupakan sumber kehidupan untuk mencukupi kebutuhan makhluk hidup,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Teguh, pihaknya mengapresiasi atas dukungan seluruh instansi dan masyarakat yang telah merelakan waktunya melakukan aksi bersih Sungai Tuntang tersebut.  Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa semua peduli terhadap kelestarian sungai.

“Selamat hari kongres sampah, mari kita jaga bersama sungai kita untuk warisan anak cucu kita nanti,” tutupnya.

Sementara itu, Danramil 0717/15 Gubug Kapten Arm. Wagimin mengatakan, program pembersihan sungai sengaja dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Terlebih sungai yang dibersihkan tersebut mengarah ke wilayah Kecamatan Gubug dan rawan menyebabkan banjir.

“Jadi memang ada beberapa titik bantaran sungai yang kondisinya itu banyak sampah, ini kalau tidak dibersihkan rawan menghambat aliran sungai, sehingga berpotensi banjir. Untuk sekarang memang kering kondisinya, tapi di saat penghujan alirannya cukup besar,” katanya.

Pembersihan secara massal tersebut sekaligus juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat yang ada di bantaran sungai agar ikut menjaga daerah sekitarnya dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami ajak warga sekitar agar merasa memiliki tanggungjawab atas sungai di sekitarnya. Dengan ikut kerja bakti seperti ini mereka tidak asal buang sampah di sungai,” ujar Wagimin.

“Kondisi sungai yang bersih dari sampah bisa menghindarkan masyarakat dari berbagai bahaya. Mulai dari bencana banjir, penyebaran penyakit maupun kondisi lingkungan yang kumuh.” harap Danramil. (Ag-MJ)