BLORA, Mediajateng.net- Sejumlah pihak melakukan reaksi keras terhadap insiden pengusiran seorang wartawan sebuah media online di Blora. Tak terkecuali dari Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Semarang. Ketua AJI Semarang Edi Faisol menyatakan kekecewaan atas aksi kekerasan verbal yang dialami Bambang Suprianto (35), wartawan sekat.co itu. Pasalnya, Bambang yang hendak melakukan tugas peliputan pelaksanaan Musrenbangdes di Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora tersebut diusir perangkat desa setempat dengan alasan tidak boleh melakukan liputan acara tersebut.
“Dengan melakukan pengusiran terhadap seorang jurnalis, itu sama saja menghalangi kerja jurnalis. Cerminan sikap tersebut sangat bertentangan dengan UU Pers No 40 Tahun 1999 yang bisa berakhir dengan ancaman pidana,” tegasnya, Jumat (11/1/2019)
Acara Musrenbangdes ini dilaksanakan di Balai Desa Pilang. Dengan dalih acara ini merupakan acara internal desa, Kades Pilang Suyatno menghampiri Bambang Suprianto dan melarang melakukan peliputan kegiatan tersebut. Sebelumnya, Bambang sudah menjelaskan maksud kedatangannya ke Balai Desa.
Edi Faisol menganggap pihak Pemdes sama sekali tidak memahami aturan. Padahal, kegiatan Musrenbangdes itu layak diketahui publik.
“Kalau dihalang-halangi seperti ini justru akan menimbulkan efek kecurigaan. Apalagi kegiatan ini terkait dengan rencana penggunaan uang negara, uang rakyat. Saya menganggap sikap yang ditunjukkan Kades ini sangat merisaukan kebebasan Pers,” tegasnya.
Berdasarkan data statistik Bidang Advokasi AjI, lanjut Edi Faisol, sepanjang 2018 sudah ada 64 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Peristiwa yang dikategorikan kekerasan meliputi pengusiran, kekerasan fisik, sampai pemidaan terkait karya jurnalistik.
“Kekerasan fisik berupa pemukulan, penamparan pengusiran dan sejenisnya, masih menjadi jenis kekerasan terbanyak pada tahun 2018 lalu,” imbuhnya.
Kades Desa Pilang Suyatno, saat diklarifikasi mengungkapkan, sebenarnya ia tidak mempunyai niatan untuk melakukan pengusiran. Ia beralasan wartawan tersebut sebelumnya dirasa tidak meminta izin dan terlihat seperti orang asing. Maka, ia terpaksa menyuruh wartawan tersebut untuk keluar ruangan.
“Saya sebenarnya tidak punya niat untuk mengusir. Atas kejadian itu saya minta maaf,” ujar Suyatno. (Ag-MJ)