GROBOGAN, Mediajateng.net – Korban meninggal akibat hirup pestisida atau obat semprot hama kembali terjadi di Kabupaten Grobogan. Kali ini dialami seorang petani bernama Ahmadi (78) warga Desa Ngeuk RT 11 RW 1 Kecamatan Penawangan, Senin (25/2/2019).

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula ketika korban meminta izin kepada keluarganya hendak berangkat ke sawah sekitar pukul 07.00 WIB. Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 09.15, korban tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri di sawah.

Rekan korban, Kusno, melihat korban tiba-tiba jatuh langsung memanggil dua rekannya, Witiknyo dan Kusrin. Ketiganya lalu mendekati korban. Berulang kali namanya dipanggil oleh rekan-rekannya, namun korban tidak merespon. Ketiganya berinisiatif membawa korban ke Puskesmas Penawangan yang tidak jauh dari TKP.

Di Puskesmas, petugas medis yang menangani mengatakan, korban sudah tidak bisa tertolong lagi. Hal tersebut juga dikatakan Kapolsek Penawangan AKP Wakijo saat dikonfirmasi. Pihaknya membenarkan jika telah ditemukan petani yang tewas di sawah. Namun, korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Meski demikian, pihaknya akan mendalami penyebab kematian korban.

“Kami masih dalami peristiwa ini. Perkiraannya, korban meninggal karena kecapekan. Namun, ada kemungkinan lain meninggalnya korban karena menghirup obat semprot pertanian,” kata AKP Wakijo.

Terkait kejadian ini, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto saat dihubungi mengatakan, selama ini pestisida yang beredar di kalangan petani sudah sesuai dengan ketentuan saat dipergunakan, yakni aman dan tidak sampai menimbulkan kematian. Dengan adanya kejadian ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan untuk mengetahui kepastian penyebab meninggalnya korban Ahmadi ini.

“Kebiasaan petani mencampur pestisida degan bahan kimia lainnya harus dihindari. Gunakan pestisida sesuai dengan ketentuannya. Kami tentu akan mendalami peristiwa ini melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Tidak hany itu, kami juga mengimbau para petani agar menggunakan masker saat melakukan penyemprotan tanaman,” pesan Edhie. (Ag-Mj)