Agar Berkembang, Pemkab Blora Gelar Diskusi Batik Blora

0

Blora, Mediajateng.net, – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop dan UKM) Kabupaten Blora menggelar FGD (Focus Group Discussion) dalam rangka pengembangan Batik Blora dan pemasarannya, di Ruang Pertemuan Dindagkop dan UKM Kabupaten Blora, Jumat (29/2).

Peserta dari kegiatan ini adalah pengrajin Batik Blora, siswa dan guru SMK Jurusan Tata Busana, Bappeda, serta dinas-dinas terkait di Kabupaten Blora yang berjumlah sekitar 100 orang peserta.

Hadir sejumlah narasumber diantaranya Kesi Widjajanti yang merupakan Guru Besar Bidang Ekonomi dari Universitas Semarang (USM), Paulus Wardoyo (Pakar Pemasaran), Febrian Wahyu Christanto (Pakar IT), Eviatiwi Kusumaningtyas (Pakar Keuangan), Dwi Kurniawati (DPMPTSP Kabupaten Blora), dan perwakilan dari Bank Jateng.

Acara dibuka oleh Kepala Dindagkop dan UKM Kabupaten Blora, Sarmidi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengembangan Batik Blora sehingga batik yang mengusung warna cerah dan bertemakan Pohon Jati, Kesenian Tayub, Barongan, Sate, dan Suku Samin ini akan semakin dikenal di masyarakat luas.

“Batik Blora memang baru berkembang sekitar tahun 2010, tetapi kita sebagai penggerak perkembangan batik, baik itu pengrajin maupun siswa-siswa generasi muda, harus tetap belajar bagaimana menambah kualitas dan juga sisi pemasaran yang milenial dengan internet”, tutur Sarmidi.

Materi yang disampaikan oleh Kesi Widjajanti berisi tentang diversifikasi Batik Blora yaitu batik tidak hanya sekedar kain dan pakaian jadi saja, tetapi perlu bertransformasi ke berbagai hal seperti tas, udeg-udeg (penutup kepala), blazer, souvenir, sandal, dan sebagai macam bentuk produk dan desain agar menambah daya jual batik tersebut.

Dalam paparan berikutnya disampaikan oleh Paulus Wardoyo dan Febrian Wahyu Christanto yang berkutat pada masalah strategi marketing serta pemasaran secara online melalui E-Commerce dan sosial media (Youtube, IG, FB, dll).

Paparan manajemen keuangan disampaikan oleh Eviatiwi Kusumaningtyas mengenai perijinan disampaikan oleh Dwi Kurniawati, dan paparan mengenai program-program Kredit Usaha Rakyat (KUR) disampaikan oleh perwakilan Bank Jateng. Di sela-sela paparan materi dilakukan tanya jawab interaktif Antara peserta dan pembicara.

“Harapan 5-10 tahun ke depan paska FGD ini Batik Blora sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas baik dalam dan luar negeri sama seperti Batik Lasem, Batik Solo, Batik Pekalongan, serta batik-batik lain,” kata dia.(ot/mj)