Semarang – mediajateng.net

Menjadi sehat tak perlu harus menunggu sakit terlebih dahulu. Menurut Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Semarang, dr. Bimantoro, alasan inilah yang mendorong BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama semarang menggandeng sembilan mitra di wilayah kota Semarang, untuk memberikan berbagai keuntungan fasilitas kesehatan bagi setiap kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat, mulai bulan April 2017.

“Ini menjadi inovasi lain yang dilakukan BPJS kepada masyarakat, bahwa ikut kepesertaan, tidak harus dalam kondisi sudah sakit. Setiap masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya, diluar fasilitas kesehatan primer, tetap bisa terlayani di sejumlah laboratorium swasta.” demikian penjelasannya usai penandatanganan Perjanjian Kerjasama Manfaat Tambahan bagi Peserta JKN – KIS, Senin (17/4) di kantor kawasan Sultan Agung Semarang.

Dengan menggandeng sembilan mitra non pemerintah, BPJS Kesehatan Cabang Kota Semarang sangat berharap dapat sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menargetkan per 1 Januari 2019, seluruh warga di seluruh Indonesia, sudah memiliki kepesertaan jaminan kesehatan nasional BPJS Kesehatan. Diluar pendekatan lainnya yang sudah terlebih dahulu dilakukan baik melalui online maupun layanan mobile.

BPJS Kesehatan KCU Semarang mencatat per 7 April 2017, jumlah kepesertaan program JKN – KIS telah mencapai 2.226.333 untuk wilayah Kabupaten dan 72 persen diantaranya ada di wilayah Kota Semarang. Sampai saat ini sudah ada sembilan mitra yang bekerjasama memberikan potongan harga, diantaranya di empat hotel berbintang, satu klinik kecantikan, dan tiga laboratorium dengan pemberian potongan harga hingga 50 persen, khusus bagi pemegang kartu JKN – KIS. (MJ-202)