GROBOGAN-mediajateng.net

Kecelakaan kereta api dengan korban dua balita menjadi perhatian berbagai instansi. Ada tali asih, santunan dan sembako.

Bantuan juga diberikan dari Polres Grobogan. Kasatlantas Polres Grobogan, AKP Panji Gede Prabawa memberikan bantuan berupa sembako kepada keluarga korban. “Semoga dapat meringankan keluarga,” kata AKP Panji, katanya di rumah duka, Kampung Gubug Timur RT 5 RW 12, Desa/Kecamatan Gubug, Grobogan, Rabu (5/4).

Dari PT KAI Daop IV Semarang memberikan sejumlah uang sebagai bentuk tali asih.

Dua orang korban yang meninggal diberi santunan PT Jasa Raharja Jawa Tengah sesuai dengan perundang-undangan senilai Rp 50 juta atau masing-masing Rp 25 juta.

Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Demak, Yoga Sasongko mengatakan, korban kecelakaan meninggal memperoleh santunan penuh sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang. Dananya diambilkan dari premi yang dibayarkan pemilik kendaraan dan pengelola kereta api.

“Kami hanya menjalankan tugas. Jangan dianggap santunan ini sebagai ganti nyawa. Ini murni santunan kepada ahli waris korban,” ujarnya.

Kepala Desa Gubug, As’adul Munir mengatakan, di Kampung Gubug Timur jalan satu-satunya keluar kampung melintasi bantaran rel. Dia berjanji akan mengkaji persoalan jalan, sehingga warga di kampung tidak melintasi bantaran rel lagi. Harapannya peristiwa kecelakaan tersebut tidak terulang.

“Kalau orang mungkin bisa lewat kebun. Tapi sepeda motor harus lewat bantaran rel,” ungkapnya (MJ-505)