Semarang-mediajateng.net

Diluncurkan sejak awal tahun 2017, kredit usaha bagi pelaku usaha mikro kecil menengah UMKM bernama Kredit Wirausaha Bangkit Jadi Jawara, baru berhasil mengucurkan kredit bagi 20 pengusaha. Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Maria Immaculata, dari sekitar 205 proposal usaha yang diajukan.

“Keterbatasan dalam sumber daya manusia untuk melakukan verifikasi menjadi kendala tersendiri. Karena setiap proses verifikasi harus dilakukan secara langsung bertemu dengan pemilik usaha. Ketika ditemui, mereka seringkali tidak berada ditempat.”jelasnya

Selama pemberian kredit usaha Kredit Wibawa, pemerintah kota Semarang, secara pasti tidak melakukan tebang pilih. Terbukti mereka yang menerima kredit berasal dari sektor usaha paling kecil seperti usaha warung “warteg”, jasa laundry, dan makanan gorengan.

Meski tidak tebang pilih, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang harus memastikan terlebih dahulu bahwa kredit senilai 5 juta rupiah untuk usaha mikro ini benar – benar tepat sasaran. Kredit Wibawa sendiri berasal dari uang APBD dengan pinjaman murah sebesar 3 % per tahun.

“Sayang, belum ada sektor usaha dari kalangan pengusaha muda ataupun mahasiswa yang berani mengajukan kredit.” tutupnya (MJ-202)