SEMARANG – mediajateng.net

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/SMK Sederajat di Jawa Tengah mencapai lebih dari 80 persen. Jumlah tersebut telah melewati target yang dicanangkan secara nasional yakni 80 persen, hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo, kemarin.

” Jumlahnya sudah lebih 80 persen, data ini diatas target dari nasional,” katanya.

Ia membeberkan, untuk tingkat SMK pelaksanaan UNBK diangka 99 persen lebih atau hampir 100 persen. Sementara tingkat SMA diangka 80 persen. Saat ini juga telah dilakukan validasi secara nasional dan hasilnya pun sudah valid.

“Tanggal 3 April nanti untuk SMK Siap melakukan UNBK, sama juga dengan tingkat SMA yang melakukan UNBK setelah SMK selesai,” jelasnya.

Terkait jumlah komputer di setiap sekolah, lanjut Gatot dinilai mencukupi. Menurut aturan yang ada, pelaksanaan UNBK secara mandiri bisa dilaksanakan jika sekolah mememiliki 1/3 komputer dari jumlah murid. Sementara jika tidak memiliki komputer dengan jumlah tersebut, pelaksanaan UNBK tetap bisa dilakukan dengan cara menginduk ke sekolah lainnya.

“Pelaksanaan UNBK antara SMP, SMA, ataupun SMK jadwalnya berbeda. Jadi bisa menginduk, untuk melaksanakan UNBK tidak harus menganggarkan pembelian komputer,” tuturnya.

Dengan melaksanakan UNBK, kata Gatot efisiensi produksi bisa ditekan. Saat ini pihak panitia UNBK Jawa Tengah hanya mencetak materi dan lembar jawaban sebesar 20 persen, bagi sekolah yang masih menyelenggarakan ujian berbasis kertas.

” Efisiensinya sangat tinggi, kalau masalah kesiapan semuanya sudah siap termasuk dari sistem. Bahkan kami siap menyurati PLN agar tidak terjadi pemadaman. Sekolah pun juga harus menyiapkan genset dan ups. Jika sewaktu-waktu listrik mati masih ada jeda dan komputer tidak langsung mati. Kemarin sudah di simulasikan di setiap sekolah dan berjalan lancar,” tutupnya. (MJ-606)