Semarang – mediajateng.net

Sektor transportasi angkutan di jawa tengah kondisinya kian miris dihitung dari volumenya semakin sedikit. Di Jawa Tengah, angkutan pedesaan yang beroperasi kini hanya tinggal 20 persen, sehingga beberapa trayek transportasi pedesaan sudah hilang. Jumlah bus angkutan daerah antar provinsi yang beroperasi sudah kurang dari 40 persen dengan volume okupansi kurang dari 40 persen.

Pengamat transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijawarno mengatakan memburuknya sektor transportasi ini sebagai akibat manajemen layanan transportasi umum yang tidak banyak berubah.

“Sistem setoran dan ngetem membuat angkutan kurang diminati oleh penumpang saat ini. Akibatnya ya, angkutan umum kian ditinggalkan.” tegasnya

Pemerintah daerah harus lakukan pembinaan terhadap seluruh perusahaan angkutan yang ada, sehingga dapat memberikan pelayanan prima bagi warga. Karena peran kepala daerah untuk menata transportasi umum sangatlah besar, menurut Djoko Setijawarno

Saat ini, jumlah angkutan umum di wilayah perkotaan juga tidak berbeda nasibnya. Mereka rata – rata beroperasi kurang dari 30 persen dengan tingkat volume penumpang tidak lebih dari 40 persen.(MJ-202)