Grobogan-mediajateng.net- Heboh prostitusi dan perselingkuhan tidak hanya terjadi di dunia keartisan Indonesia.

Sebanyak 8 pasangan tidak resmi diciduk polisi dalam operasi Razia Penyakit Masyarakat. Dalam razia yang dilaksanakan Polsek Puwodadi, Rabu (9/1/2019) ini, polisi menciduk para pasangan tidak resmi dari beberapa lokasi yakni hotel kelas melati dan tempat kos di sekitar Jalan Cempaka dan Ganesha Purwodadi.

Sejumlah enam pasangan diantaranya diamankan petugas dari sebuah hotel. Sementara, dua pasangan didapati berada dalam satu kamar di sebuah tempat kos di Cempaka dan Ganesha. Sementara dua orang lainnya diamankan karena tidak dapat menunjukkan identitasnya.

Kapolsek Purwodadi, AKP Sugiyanto mengatakan, usai diamankan, kedelapan belas orang tersebut didata dan diminta membuat surat pernyataan bermeterai agar tidak mengulanginya lagi. Jika dua kali mereka melakukan hal yang sama, mereka akan disidangkan.

“Mereka yang terjaring razia ini sebagian besar berasal dari Kabupaten Grobogan. Yakni delapan pasangan tidak resmi dan dua orang tanpa identitas. Seluruh pasangan tidak resmi yang terjaring razia ini, kita data dan kita minta untuk membuat pernyataan bermeterai. Jika kedapatan melakukan perbuatan mesum lagi, maka akan kami sidangkan,” tambah AKP Sugiyanto.

Dijelaskan AKP Sugiyanto, pihaknya akan menggelar operasi Pekat ini secara berkala. Tujuannya, untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di Kabupaten Grobogan. Khususnya di Kota Purwodadi. Terutama menjelang pemilihan umum yang pelaksanannya tinggal menunggu hitungan bulan.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada para pemilik kos untuk lebih selektif lagi dalam menerima orang yang akan indekos di tempatnya. “Kami berterima kasih atas laporan masyarakat sehingga kami busa melaksanakan tugas dengan baik,” tutupnya. (Ag-Mj)