Semarang-mediajateng.net

Petugas unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polrestabes Semarang berhasil membekuk 8 orang komplotan penipuan dengan modus mengajukan pinjaman ke Bank dengan menggunakan surat agunan berupa sertifikat tanah dan identitas palsu. Selama beraksi dari bulan November 2016 hingga Februari 2017 sudah berhasil mengantongi keuntungan Rp 140 Juta dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Kawanan ini disergap oleh perugas unit Tipidter yang dipinpin oleh Iptu Satrio saat pentolan kelompok ini berada di BRI unit Ngesrep pada kamis (16/2) saat hendak mengajukan kredit. Sedang delapan komplotan ini diketahui dua diantaranya wanita

Dari keterangan Kapolrestabes Semarang Komplotan ini dikomandani oleh Iwan Prasetyawan (25) Warga Pucang Adi , Perum Pucanggading, Mranggen Demak, seementar untuk Raden Tomy (26) , Candiroto Temanggung yang membuat surat palsu, Teguh Suryadi (31) warga Mangkang Kulon yang mendapat tugas untuk melakukan BI cheking

Sementara untuk Agus Tristanto (34) Muhamad Romadhon (28 ) warga mangkang wetan, Ragil Yudi H (29) waega Kendal, Eka Dhana (29 ) warga Pandansari dan Mundhi Mahardani (28) warga Mangunharjo ini berpura pura menjadi nasabah dan pasangan suami istri.

” mereka berdelapan orang ini mempunyai tugas maaing masing yang dikordinasi oleh Iwan. Mengunakan Sertifikat tanah dan KTP palsu. Ada 15 orang yang gunakan untuk mengajukan kredit,” ungkap Abi saat Rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Rabu (22/2)

Lanjut Abi, Sertifikat dan E-KTP palsu yang buat agunan di Bank ini sebelumnya dipalasukan oleh Raden Tomy. Pria yang jebolan SMK di Temanggung ini belajar secara otodidak . Untuk imbalanya jika kredit cair sebesar Rp. 1,5 Juta

” blngko sertifikat di scanner oleh tomy sedangkan E-KTP nya didapat dari blangko bekas . Pelanu hanya menempelkan nama nasabah yang dikehendaki sesuai alamat, sedang fotonya dipasang foto komplotan ini,”imbuh Abi

Setelah segala sesuatunya lengkap mereka yang sudah mendapat tugas sebagai suami istri ini mendatangi bank yang dituju untuk mengajukan pinjaman. Setelah kredit cair di angka Rp.40 hingga 50 juta mereka mendapat pembagian Rp.3 juta.

Kasus ini terbongkar setelah pihak bank hendak menagih ke rumah sesuai alamat pengajuan kredit ternyata yang bersangkutan sudah pindah dan ternyata mereka hanya kontrak, pihak bank juga menyatakan jika agunan berupa sertifikat tanah juga dipalsukan. Akhirnya Pihak Bank Melaporkan kasus ini ke Polrestabes.

Kedelapan tersangka ini dijerat dengan pasal 378 jo 263 jo 55 jo 56 jo 64 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (MJ-303)

3 KOMENTAR

Comments are closed.