PEKALONGAN, Mediajateng.net – Karena kondisinya kian menurun, salah satu korban ledakan petasan di Kelurahan Banyuurip Ageng, Kota Pekalongam terpaksa dilarikan ke ruang ICU RSUD Kraton. Korban mengalami luka bakar bagian luar dan dalam serta patah tulang kaki.
Dokter RSUD Kraton M. Hanif mengatakan kondisi Ihkwan Nulkhirom kian menurun karena tubuhnya mengalami luka bakar sekitar 45 persen. Karena itu, Ikhwan harus mendapat penangan intensif. Sementara 5 korban lainnya masih menjalani perawatan di ruang Wijaya Kusuma. “Kita kordinasi dengan dokter bedah terlebih dahulu, kemungkinan besar akan dilakukan operasi, karena kulitnya melepuh,” terang dia.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enrico S mengatakan kasus ledakan petasan di Kelurahan Banyuurip masih dalam penyelidikan. Pihaknya juga mengimbau jauh hari agar masyarakat tidak membuat atau pun membunyikan petasan saat syawalan. “jauh-jauh hari kami sudah mengimbau masyarakat agar jangan membuat maupun bermain petasan. Kami juga melalukan razia pada operasi pekat kemarin,” tegas kapolres.
Kapolres menegaskan meskipun bermain petasan tradisi syawalan tetap tidak diperbolehkan karena membahayakan baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.
Seperti yang diberitaka sebelumnya, 12 orang terpaksa dilarikan ke sejumlah rumah sakit karena petasan yang diracik meledak pada Rabu (13/7) dini hari.
Sebanyak 12 orang dilarikan ke sejumlah rumah sakit antara lain RSUD Kraton, RSUD Bendan dan RS Junaid. Hingga saat ini 6 orang menjalani perawatan intensif dan 6 orang lainnya menjalani rawat jalan.
Salah seorang warga Saefulloh mengatakan kejadian tersebut sekitar pukul 00.30 WIB, warga sekitar terkejut mendengar suara ledakan yang cukup keras dari gudang bekas kandang sapi.
Warga panik karena saat itu 12 orang yang ada di dalam kandang sapi mengalami luka bakar, enam diantaranya mengalami luka yang cukup serius antara lain Ikhwan N, Salman, Afifudin, Zamroni, Subhan, Mustajab, Samsul Arifin. “Sudah menjadi tradisi kalau mau syawalan warga membuat petasan, mungkin saat meracik mereka teledor sehingga petasannya meledak,” tarangnya.
Karena ukuran petasan cukup besar sehingga bunyi ledakan mirip bom, bahkan gudang sapi yang digunakan untuk meracik petasan porak poranda akibat ledakan petasan tersebut. (MJ-089)

Comments are closed.