4 Perampok Swalayan Aneka Jaya Dibekuk, 3 Ditembak

Semarang-mediajateng.net

Empat orang perampok ditangkap petugas unit Resmob Polrestabes Senarang lantaran merampok Swalayan Aneka Jaya Jl Wolter Monginsidi yang dilakukan pada malam tahun baru 2017 yang lalu. Saat itu kawanan itu berhasil membobol brangkas dan membawa kabur uang senilai Rp.290.361.650. Tiga orang ditangkap dalam sebuah penggrebekan di Kebumen san satu kainya ditangkap di kawasan Demak pada Rabu (8/2). Sedang dua pelaku lainya hibgga kini masih dalan pengejaran petugas. Ketiga pelaku terpaksa ditembak lantaran sempat melawan saat ditangkap.

Keempat orang masing masing Abdul Mukhid (32) warga Blerong, Guntur, Demak Wiyono (46) dan Sidik (23) keduanya warga dsn Mundu, kel Purworejo, Wonogiri san merupakan ayah dan anak sesangkan satu tersangka lagi bernama Tina (31) warga ds Srati, kec Ayah, Kebumen merupakan istri siri dari Wiyono.

Dari keterangan Kpolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji menengaskan bahwa kawanan ini atwlH menyatroni swalayan Aneka Jaya Woltermonginsidi pada tanggal 24 Januari 2016 kembali membobol Aneka Jaya cabang Ngalian dan hanya mendapatkan pakaian saja.

” mereka membobol swalayan Aneka Jaya di Woltermonginsidi memanfaatkan momen tahun baru 2017. Sebelum melakukan aksi, Tina dan Sodik terlebih dahulu melakukan observasi si swalayan tersebut,”ungkap Abi

Sementara itu menurut Wiyono, setelah melakukan observasi merekapun beraksi pada pada tanggal 31 Desember 2016 pukul 23.00 dengan menggunakan peralatan seperti obeng besar dan linggis.

” masuknya membobol tembok dengan menggunakan linggis, cctv juga kami rusak, terakhir brankas berisi uang tunai saya jebol dengan linggis, kurang lebih empat jam beraksi,” kata Wiyono.

Setelah mendapat hasil rampokan uang tersebut dibagi rata bersama enam orang masing masing mendapatkan Rp.30 juta. Selain itu mereka juga membeli 3 unit sepeda motor, dan sisanya untuk foya foya. Petugas Resmob Polrestabes terpaksa menembak 3 pelaku lantaran melawan saat hendak ditangkap. Para tersangka ini dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman setidaknya 9 tahun penjara. (MJ-303)

Comments are closed.