SEMARANG- mediajateng.net

Sebanyak 328 kasus pencurian kendaraam bermotor (Curanmor) roda dua atau lebih termasuk truk di daerah Jawa TengH telah berhasil diungkap selama Operasi Jaran Candi 2017. Polrestabes Semarang menjadi pengungkap tertinggi dalam operasi yang digelar selama 20 hari.

Hal itu diungkapkan Waka Polda Jateng Brigjen Pol Indrajit pada gelar kasus seusai upacara Hari Kemerdekaan RI ke 72, Kamis (17/8) di lapangan Sat Brimob Polda Jateng,Srondol Semarang.

Menurut Waka Polda Jateng yang didampingi Kabid Humasnya Kombes Pol Djarod Padakova digelarnya Operasi Jaran Candi selama dua pekam berakhir 15 Agustus 2017 karena terjadinya peningkatan kejahatan dengan sasaran kendaraan bermotor.

IMG_20170817_165327

Bahkan,tidak jarang pelaku dalam upaya memperoleh sasaran bernbuat kelewat sadis menebas korban dengan senjata tajam hingga tewas. Salah satunya menimpa Mustaqin(30) pekan lalu di Beringin Kabupaten Semaran. Korban akibat ulah komplotan penjahat tidak cuma menderita kerugian motor Suzukri Satria H 4064 VI,tetapi nyawanya melayang ditebas sajam dan mayatnya dibuang di sungai di sekitar peristiwa berdarah.

Nasib Serupa juga menimpa sopir rental Budi Haryanto(55). Pelaku diantaranya wanita cantik semula berlagak menyewa mobil beserta sopirnya. Dalam perjalanan sesampai di Batang, Budi oleh penyewa diajak minum kopi di warung.Namun,Budi setelah meminum langsung tidak sadarkan diri sampai dilarikan ke rumah sakit. Korban,meski mengalami over dosis obat bius yang dimasukkan kedalam gelas kopi oleh pelaku yang berlagak sok baik masih beruntung tidak sampai meninggal.Setelah sadar korban tidak lagi menjumpai mobilnya Avanza yang dibawa kabur komplotan penjahat.

Kedua kasus pencurian motor dan mobil di tempat berbeda di Beringin dan Batang bersama ratusan kasus curanmor lain selama Operasi Jaran Candi telah diungkap.

“Kita selama Operasi Jaran Candi telah mengungkap 328 kasus Curanmor,termasuk perampasan motor disertai pembunuhan di Beringin dan pencurian mobil rental disertai pembiusan di Batang”, jelas Waka Polda Brigjen Indrajit.

Menurut jenderal bintang satu
dari hasil pengungkapan 328 kasus curanmor disertai 157 barang bukti diantaranya kunci T sebanyak 10 buah, munci L 2,hp 13, helm 5, STNK 34,kunci kontak 17 dan racun 1 plastik.

Selama Operasi Jaran Candi telah menekan angka curanmor di daerah Jawa Tengah sampai 52 kasus atau turun 79 persen. Waka Polda Brigjen Indrajit mebgakui untuk menekan aksi Curanmor tidak bisa hanya dilakukan aparat kepolisian,tetapi perlu dukungan dari masyarat dengan memberi kunci tambahan terhadap kendaraannya. Pada gelar kasus itu ditandai penyerahan barang bukti motor,mobil dan truk hasil pengungkapan kepada pemilik atau ahli warisnya. Pengambilan barang bukti tanpa dipungut biaya. (MJ-303)