Semarang-mediajateng.net

Petugas Resmob polreatabes Semarang berhasil membekuk tiha orang yang kerap melakukan penipuan dengan modus Gendam dibeberpa tempat di kota Semarang. Komplotan penipuan yang kesemuanya perempuan ini ditangkap pada hari rabu (8/3) saat hendak beraksi di RSUP Kariadi

Ke tiga pelaku yang ditangkap bernama Turiyati (57) warga Sawah Besar, Kel Kaligawe, Gayamsari, kota Semarang, Narni (52) Waega Perum Duta Bandara, Kosambi Kab Tangerang, dan Lestari (47) warga Beton Mas, panggung Lor, Semarang Utara. Dalamme jalankan aksinya kelompok ini menyewa sebuah mobil yang disopiri Widodo. Sesangkan satu pelaku berinisial WI masih diburu petugas.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji mengatakan bahwa komplotan ini terakhir melakukan penipuan terhadap Koesnijah (81) warga Lempongsari yang pada tanggal 12 Agustus 2016 harus kehilangan uang tunai Rp.23 Juta dan perhiasan emas kurang lebih 60 gram

” saat itu korban berada di kantin paviliun garuda didekati tersangka dan menggunakan tipu muslimat atau serangkaian kata bohong seolah olah dapat mengobati penyakit korban sehingga terperdaya dan menyerahkan uang dan barang berharga milik korban,” terang abioso

Lanjut Abi, dalam menjalankan aksinya para pelaku ini ada yang berpura pura menjadi pasien yang seolah olah nenderita penyakit yang sama.

Sementara Turuyati , dihadapan Kapolrestabes mengungkapkan, setelah korban percaya dengan teknik penyembuhan esoknya korban bertemu lagi dengan membawa uang dan sejumlah perhiasan

” korban percaya karena teman saya yang saya suruh jadi pasien memberikan perhiasan. Tapi itu emas palsu untuk uangnya potongan kertas koran yang dibungkus sapu tangan, ungkap Turiyati

Barang itulah yang kemudian ditukar dan diberikan pada korban, Setelah sebelumnya dilakukan ritual . Kepada korban Tersangka menyarankan agar barang tersebut dibuka di rumah.

Saat itulah korban baru sadar, lantaran setelah bungkusan itu diibuka ternyata berisi potongan kertas koran, mur baut dan uang RP 2 ribu.

” saya dapat teknik seperti ini dari teman yang sudah almarhum, tahun 2014 mulai belajar gendam,” imbuhnya

Tidak hanya di RSUP Kariadi saja, setidaknya ada 5 tempat dan berada diluar kota seperti Surabya, Jakarta dan Gresik. Polisi sementara hanya menahan Turiyati, sedangkan dua pelaku lainya akan diserahkan di wilayah hukum yang menjadi tempat kejadian perkara, karena untuk keduanya tidak ada laporan polisi di wilayah Polrestabes Semarang. (MJ-303)