Semarang mediajateng.net

Ada cerita menarik dalam penangkapan 4 orang rampok di Sealayan Aneka Jaya di Jalan WolterMonginsidi yang ditangkap oleh Unit Resmob Polreatabea Semarang. Ke empat pelaku ini semuanya Residivis kasus pencurian dan pernah dihukum di Lembaga Pemasyarakatan (LP) berbeda. Bahkan tiga orang diantaranya merupakan satu keluarga.

Untuk Abdul Mukhid alias Alex (32) warga Blerong, Guntur, Demak ini baru saja terpilih menjadi ketua RT 003 di tempat tinggalnya, ia nuga pernah berurusan denganpolisi dan ditahan di Lapas Demak selama 10 bulan terkait kasus Curat yang dulakukanya pada tahun 2015

Sedang Wiyono (46) ,warga dsn Mundu, Kel Puworejo, Wonogiri adalah mantan pelaku pencurian rumah kosong di Kebumen dan sempat menjalani hukuman selama 8 bulan di Lapas Kebumen pada tahun 2015 . Dilapas inilah Wiyono dipertemukan dengan Titin alias Tina

“Saya dipertemukan dengan Titin ketika menjalani hukuman di Lapas Kebumen. Walau beda blok saya sering bertemu dan saya jatuh cinta,” ungkap Wiyono saat bercerita kepada sejumlah awak media, Kamis (9/2)

Tina (31), warga ds Srati, kec Ayah, Kebumen ini menjadi penghuni lapas lantaran ditangkap petugas Reskrin Kebumen lantaran kasus pembobolan ATM dengan modus mengganjal dengan korek

” pacar saya tewas saat terjadi kejar kejaran dengan polisi, saat itu mobil yang diapakai menabrak pohon dekat jurang, pacar saya nekat meloncat ke jurang dan tewas . Kejadianya sekitar bulan Agustus 2015 silam, saya kena 10 bulan, setelah keluar saya nikah siri dengan mas Wiyono,” Ujarnya.

Sementraa pelaku terkahir bernama Sidik (23) merupakan anak kandung dari Wiyono. Sidik ditahan di Lapas Purbalingga lantaran terkena kasus pencurian Laptop dan harus menjalani hukuman selama 10 bulan .

Setelah keluar dari Lapas mereka berempat ditambah dua orang yang buron ini berkumpul di rumah Abdul Mukhid di demak untuk merancang strategi pembobolan swalayan di kota Semarang. Wakau sempat buron selama satu bulan lebih akhirnya petugas Resmob berhasil mendeteksi keberadaanya saat bersembunyi di Kebumen.

” untuk dua orang tang belum tertangkap saya harapkan ubtuk menyerahkan diri secepatnya, kalau tidak terpaksa akan kami kirim ke Ruang Jenasah,” tegas Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji.

Selain menangkap para tersangka petugas mengamankan barang bukti hasil kejahatan diantaranya, tiga unit Sepeda Motor , peralatan saat membobol berupa dua linggis dan obeng besar, serta uang tunai Rp 17 Juta dari sisa perampokan di Sealayan Aneka Jaya (MJ-303)

Comments are closed.