GROBOGAN, Mediajateng.net- Sebanyak 250 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menerima sertifikat Hak Atas Tanah, Senin (14/1/2019). Bertempat di Balai Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan. Bupati Sri Sumarni memberikan secara simbolis kepada para pelau UMKM tersebut.

Menurut Sri Sumarni, penerima sertifikat ini merupakan peserta program fasilitasi Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) bagi pelaku UMKM dengan dana APBN Tahun 2018. Oleh Dinas Koperasi UKM Grobogan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah menetapkan lokasi program fasilitasi SHAT bagi 250 pelaku UMKM di Desa Kaliwenang.

Selain fasilitas pemberian sertifikat tanah juga difasilitasi pembiayaan atau permodalan bagi pelaku UMKM. Sri mengatakan, adanya fasilitas ini, sudah banyak pelaku UMKM yang terbantu sekali dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut dalam rangka memberdayakan dan mengembangkan UMKM.

“Meski demikian, masih ada juga pengusaha di Kabupaten Grobogan, khususnya pengusaha yang masuk dalam skala Usaha Mikro dan Kecil yang belum mendapatkan bantuan pembiayaan dari perbankan dalam rangka untuk menambah modal kerja Mereka yang belum terlayani ini dikarenakan ada beberapa faktor,” tambah orang nomor satu di Kabupaten Grobogan ini.

Faktor-faktor tersebut antara lain, kecenderungan masyarakat sekarang ini lebih senang jika ada lembaga keuangan yang mau jemput bola dalam pelayanan kredit. Kedua, kekhawatiran masyarakat akan sulitnya pengajuan kredit ke perbankan.

“Yang kedua ini, banyaknya masyarakat yang khawatir kalau pengajuan kredit ke perbankan itu sulit, syaratnya banyak, dan nilai agunannya tidak tercukupi serta realisasi kreditnya lama,” tambah Sri Sumarni.

Faktor terakhir, lanjut Sri Sumarni, anggapan masyarakat tentang pengenaan bunga kredit dari perbankan yang sangat tinggi. Dengan adanya penyerahan sertifikat ini, masih terbuka lebar peluang bagi perbankan untuk menyalurkan kreditnya kepada pelaku UMKM dengan suku bunga 0,75 persen per bulan atau 9 persen per tahun.

“Saya berharap dengan kegiatan ini, para UMKM akan mendapatkan pinjaman modal yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para UMKM, yaiu ketentuan dan syarat ringan,” pungkas Sri Sumarni. (Ag-Mj)