GROBOGAN, Mediajateng.net- Sejumlah 21 pelajar dibina petugas dari Sat Sabhara Polres Grobogan usai ketahuan membolos sekolah. Mereka diarahkan untuk melakukan kewajibannya sebagai pelajar, yakni belajar.

Sebelum dibina, para pelajar yang didominasi pelajar sekolah menengah atas ini ditangkap dalam razia di sejumlah warung di daerah Kwarungan, Jengglong, dan Kampung Jetis saat nongkrong pada jam sekolah.

Sebagian dari mereka masih mengenakan seragam. Beberapa diantaranya sudah mengganti baju seragam mereka dengan kaos preman. Parahnya, dari beberapa pelajar yang dirazia ini, pelajar SMP pun tidak luput dari razia yang dipimpin Kasat Sabhara AKP Lamsir tersebut.

Dalam penangkapan ini, petugas melakukan penggeledahan terhadap tas para pelajar tersebut. Tidak ditemukan barang-barang yang membahayakan. “Hanya buku-buku dan HP yang dibawa para pelajar ini,” kata AKP Lamsir.

AKP Lamsir menambahkan, pengamanan terhadap 21 pelajar ini berdasarkan informasi masyarakat yang menyatakan keresahannya. Dari laporan tersebut, tim patrol Sabhara Polres mendapatkan keberadaan para pelajar yang tengah nongkrong di beberapa warung.

“Mereka kami amankan saat sedang nongkrong di warung atas informasi warga sekitar. Setelah berhasil kita amankan para siswa yang membolos ini, kemudian kami menghubungi guru-guru tempat anak-anak ini bersekolah. Dari 21 siswa yang terjaring ini, ada pelajar SMP yang ketahuan membolos ,” kata AKP Lamsir.

Para pelajar ini pun diberikan arahan dengan nasihat penting dari Kasat Sabhara.

“Kami berikan arahan kepada siswa agar tidak melakukan hal serupa dan meminta mereka fokus pada tugas mereka sebagai pelajar,” ungkap AKP Lamsir.
Usai diberikan pembinaan, mereka dipulangkan setelah dijemput orang tua masing-masing. (AG-MJ)