SEMARANG, Mediajateng.net, – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro Semarang menggelar ICTCRED (International Conference on Tropical and Coastal Region Eco Development) yang ke-5 di Hotel Gumaya, Semarang, belum lama ini.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Ambariyanto, Dekan FPIK Prof. Tri Winarni dan jajaran, Dekan FH Undip Prof. Retno Saraswati, akademisi dari berbagai bidang kelautan dan militer, serta civitas akademika.

Seminar internasional tersebut merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk mempromosikan dan menyebarluaskan hasil penelitian dengan ruang lingkup “Tropical and Coastal Region Eco Development”. Tema ICTRED pada tahun ini adalah “Pengelolaan Wilayah Pesisir Terintegrasi untuk Pembangunan yang Berkelanjutan.

Terdapat beberapa pembicara kunci yang berkontribusi pada ICTCRED 2019, diantaranya, Prof. Budi P. Resosudarmo dari Australian National University dengan bidang keahlian ekonomi perikanan, Erik de Ruijter van Steveninck, Ph.D dari IHE Delft Institute for Water Education, Belanda dengan keahlian ekologi perairan dan laut, Prof. Hiroki Saeki, Ph.D. dari Hokaido University, Jepang dengan bidang keahlian ilmu dan teknologi pangan dari produk laut.

Kemudian Prof. Dr. Eddy Pratomo dari Universitas Diponegoro dengan bidang keahlian kebijakan pesisir dan yang terakhir adalah Dr. Tony Hadibarata dari Curtin University, Malaysia dengan bidang keahlian mikrobiologi lingkungan.

Ketua panitia seminar Dr. Aris Ismanto mengatakan, melalui acara seminar ini, FPIK Universitas Diponegoro mendorong para akademisi, peneliti dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitian pada jurnal dan prosiding internasional yang bereputasi.

“Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 presenter yang berasal lebih dari 4 negara. Hasil penelitian yang dipresentasikan akan dipublikasikan di Proceedings of the Institute of Physics (IOP), Biodiversitas, WRA(World Researchers Associations), dan AACL (Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation) Bioflux,” katanya.

Sejalan dengan ketua panitia, Dekan FPIK Prof. Tri Winarni disela- sela kegiatan mengatakan kegiatan seminar tersebut juga merupakan kolaborasi dari bidang hukum, sosial ekonomi, dan kelautan.

“Sebagaimana diketahui bahwa Undip sebetulnya memiliki pola ilmiah pokok tentang pengembangan wilayah pantai, kemudian dijadikan dasar sebagai penyelenggaraan konferensi tersebut” tutur Prof. Tri.

Dekan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi para peneliti di Undip dan stakeholder lainya yang bergulat/ berkecimpung penelitian terkait tropical dan coastal. (ot/mj)