Masyarakat Masih Enggan Manfaatkan Drop Box Untuk Kemudahan Mendaftar BPJS

IMG_20170822_143755

Semarang, Mediajateng.net

Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat terbukti berdampak membuka akses yang lebih besar kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Dampak ekonominya terlihat dari kontribusi program tersebut terhadap sektor pereknomian yang tercatat mencapai angka 152,2 triliun rupiah di tahun 2016. Pertumbuhan jumlah peserta yang mencapai 2, 2 juta jiwa di wilayah Semarang dan Kabupaten Demak, sejalan pula dengan bertumbuhnya jumlah fasilitas kesehatan.

“Di wilayah Kantor Cabang Semarang saat ini sudah ada 343 fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terdiri dari 64 puskesmas, 112 dokter praktik perorangan, 43 dokter praktik gigi perorangan, 90 klinik pratama, dan 14 apotek. Ditambah 52 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan dan 28 optik.” jelas Umamatun, selaku Kepala Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik, Kantor BPJS Cabang Semarang, Selasa (22/8) di kawasan Sultan Agung

Mendekati akhir tahun 2017, BPJS Kantor Cabang Semarang terus berupaya menambah kepesertaan masyarakat yang saat ini baru mencapai angka sekitar 2,6 juta jiwa atau 83 persen dari jumlah penduduk di wilayah kota Semarang dan Kabupaten Demak.

“Sayangnya masyarakat masih enggan untuk menggunakan layanan pendaftaran yang sudah disediakan di luar kantor Cabang, seperti halnya melalui sistem drop box yang sudah tersebar di seluruh kantor kecamatan. Faktanya setiap hari formulir yang masuk di setiap drop box terakumulasi sekitar 20 -30 formulir saja.”tambahnya

Melihat hal ini, BPJS Kantor Cabang Semarang berupaya melakukan penambahan kanal pendaftaran untuk mempermudah masyarakat, dimana salah satu rencanya adalah menambah drop box di 11 pasar tradisional wilayah kota semarang dan kantor pos di seluruh area cakupannya. (MJ-303)

Tags: