Ketua Golkar Jateng Marah pada Siti Masitha

Wisnu Suhardono_02

SEMARANG,Mediajateng.net– Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Wisnu Suhardono menegaskan bahwa Partai Golkar belum pernah memberikan rekomendasi kepada Walikota Tegal Hj. Siti Mashita Soeparno untuk maju dalam Pilkada Kota Tegal pada 2018 mendatang.Wisnu menilai Bunda Sitha tidak mengikuti mekanisme, prosedur dan tatanan organisasi yang ada di Partai Golkar. Sebab, dia tidak pernah berkomunikasi dengan DPC Golkar Tegal dan DPD Golkar Jateng.

“Saya memastikan klaim itu tidak benar. Itu klaim sepihak. Semua rekomendasi itu harus melalui mekanisme sesuai AD/ART Partai Golkar. Meski DPP punya hak prerogratif tapi tetap ada prosedur dan administrasi. Ini bukan warung sawalayan tapi partai politik yang punya aturan,” katanya dengan tegas saat ditemui di Kantor DPD Partai Golkar Jateng di Semarang, (12/8).

Mekanisme yang berlaku kata dia, melalui proses pendaftaran dan hasil survey dari lembaga yang ditunjuk DPP Partai Golkar. Rekomendasi yang diberikan menurutnya, bukan restu secara pribadi atau lisan tetapi surat resmi sesuai mekanisme partai.

“Semua yang sudah mendaftar ya kami terima, termasuk Siti Mashita. Tapi bukan berarti langsung dapat rekomendasi. Misalkan sudah dapat restu dari Setya Novanto (Ketua Umum DPP Golkar,red) misalnya, itu khan restu pribadi bukan sikap resmi partai. Semua harus sesuai mekanisme partai, harus mendaftar dan disurvey terlebih dahulu” katanya menjelaskan.

Wisnu mengaku Siti Masitha pernah menghubunginya. Saat itu, Sitha mengungkapkan keinginannya maju berpasangan dengan Amir Mirza Hutagalung. Wisnu pun langsung menolak keinginan tersebut. Sebab keduanya bukan asli Kota Tegal. Wisnu khawatir akan muncul isu primordial saat Pilkada Kota Tegal nantinya.

“Langsung Saya tolak. Nanti menjadi isu primordial karena saudari Sitha bukan asli Tegal, Mirza juga bukan asli Tegal. Apa kata masyarakat (Kota) Tegal nantinya? apa masyarakat Tegal tidak ada yang potensial untuk digandeng?, Kok Wali Kota sama Wakil Wali Kota Tegalnya dari luar Tegal semua, apa mungkin ini?,” jelasnya.

Wisnu juga menyinggung bahwa pada masa kepemimpinan Siti Mashita, kursi Partai Golkar di DPRD Kota Tegal, jumlahnya turun. Dengan catatan itu, Partai Golkar bisa mempertimbangkan apakah Bunda Sitha masih layak diusung atau tidak.

“Mungkin Pak Ketua Umum belum mendapat info clear, terang benderang tentang ini. Tapi jajaran pengurus di bawah Pak Ketua Umum ini sudah tahu semua. Lha saat Siti Mashita jadi walikota jumlah kursi golkar malah turun. Hanya 4 kursi,” pungkasnya.

Seperti yang telah diberitakan, pasangan Incumbent yakni Walikota Tegal Hj Siti Mashita Soeparno dengan bakal calon wakil walikota H.Amir Mirza Hutagalung SE mendaftar di kantor DPD II Partai Golkar Kota Tegal untuk mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal pada Rabu (9/8). Mereka siap maju dalam pilkada serentak tahun 2018.
Pada saat mendaftar, mereka membawa pendukung yang terdiri dari simpatisan partai Nasdem, Hanura, PPP dan partai Golkar.(MJ.101)