Jangan Sampai Ada Gesekan Antar Ormas, Kapolres Meminta Saling Menahan Diri

IMG-20170811-WA0000

KEBUMEN – mediajateng.net

Puluhan warga masyarakat perwakilan dari berbagai ormas (organisasi masyarakat) di Kebumen, datangi Mapolres Kebumen, Kamis (10/08) peta g

Kedatangan mereka, dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, meminta agar rencana kegiatan alumni 212 se Jateng di Kebumen, supaya tidak diberikan ijin oleh pihak Kepolisian.

Dari informasi yang diperoleh, mereka yang datang ke Mapolres Kebumen antara lain dari ormas keagamaan dan kepemudaan seperti GP Ansor, Fatayat NU, PCNU, Banser, KNPI, FKPPI, PMII, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karangtaruna, dan Lembaga Pemerhati Pengamalan Pancasila, untuk menyampaikan penolakan mereka, terkait kegiatan yang diduga akan dihadiri FPI dan HTI dekat ini.

Saat dimintai keterangan, Kapolres Kebumen yang saat itu didampingi Waka Polres Kompol Christian Aer, mengatakan belum ada ijin resmi yang masuk ke Polres Kebumen tentang adanya kabar reuni alumni 212 di Kebumen tersebut.

Selain itu Kompol Christian aer berpendapat, sebagai penegak hukum, akan melaksanakan sesuai sesuai aturan yang berlaku. “Yang terpenting semua pihak bisa menahan diri, jangan berbuat anarkis. Jika nanti kegiatan tersebut berjalan dan terjadi ceos kita pasti akan bubarkan,” tegasnya.

Karena salah satu tuntutan ormas yang hadir, mereka akan ikut terjun membubarkan kegiatan alumni 212 yang rencana kegiatannya sudah tercium ormas ormas di Kebumen.

Bahkan, ketua KNPI Beni siap menanggung resiko, akan tetap membubarkan jika kegiatan alumni 212 tetap digelar di Kebumen.

Saat ditemui, Salim perwakilan dari PCNU Kebumen mengatakan, aspirasi yang disampaikan dapat diterima oleh pihak Kepolisian.

Salim menyampaikan, PCNU sesuai Perpu Ormas, bahwa ormas yang Intoleran terhadap pancasila dan pemerintah supaya dibubarkan dan tidak diberikan ijin. Pihaknya siap berpartisipasi bersama pemerintah dengan ikut memantau pergerakan ormas anti pancasila di kebumen. (MJ-303)

Tags: