Satgas Mafia Pangan : Harga Kebutuhan Pokok di Jawa Tengah Masih Stabil

IMG_20170602_125541

Semarang – mediajateng.net

Sejak dibentuknya Satgas Mafia Pangan pada tanggal (3/5), Direktorat Resese Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng yang bertugas mengawasi harga dan distribusi pangan, meminimalisir aksi aksi spekulan dan memantau potensi praktek Kartel menjelang Lebaran tahun 2017, hingga Jum’at (2/6) ini setidaknya telah berhasil mengungkap 5 kasus terkait adanya pelanggaran Undang-undang pangan dan perlindungan konsumen. Namun secara keseluruhan harga pangan di Jawa Tengah masih stabil.

IMG-20170526-WA0005

Direkrur Resese Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari yang juga sebagai Ketua Satgas Mafia Pangan Polda Jateng mengatakan, beberapa kasus yang berhasil diungkap diantaranya penyitaan 1.280 bungkus Garam tanpa Yodium di Kabupaten Pati, 1.452 ton Gula Kristal Putih di Kabupaten Kendal dan Blora, 530 karung atau 12 ton Bawang Putih di Kabupaten Cilacap. Sedang di Banyumas petugas mengungkap produsen Gula Merah yang bahan bakunya bukan dari Nira namun dari limbah pabrik kecap yang dicampur dengan gula rafinasi Sedangkan di Kabupaten Semarang petugas menyita 1,5 Ton Pupuk Urea bersubsidi.

” semua barang yang disita selain melanggar Undang-undang pangan, mereka tidak mempunyai Surat Ijin Usaha Perdagangan. Khusus yang di Banyumas itu limbah kecap biasanya untuk makanan ternak. Semuanya masih kita proses untuk dijadikan tersangka,” ungkap Lukas Jum’at (2/6)

Lukas mengharapkan dari kegiatan Ovensif yang dilakukan satgas mafia pangan para pelaku spekulan bahan pokok bisa berkurang. Saat ditanya tentang masih sedikitnya para pelanggar yang diungkap, Lukas menganggap bahwa harga di pasaran bisa terkendali dan stabil

“pelanggaran hanya beberapa saja karena harga di pasaran stabil. Kecuali harga tidak stabil kita tidak bisa menemukanya itu lain lagi,” imbuhnya

Lukas juga meyakinkan menjelang lebaran, pemerintah menjamin stok pangan terpenuhi untuk itu tidak ada alasan untuk menaikan harga atau mremo

“menjelang H-7 lebaran petugas kami akan kita terjunkan untuk mengecek langsung ke pengecer hingga distributor. Setiap hari kita monotor sampe hari ini masih fluktuatif dalam batas normal,”Ujarnya.

Sementara yang menjadi prioritas satgas pangan adalah daging, minyak goreng, bawang, telor yang akan meningkat menjelang lebaran serta kebutuhan lainya yang menjadi buruan masyarakat.

“kita harapkan harga tetap terkendali karena Disperindag sudah menyampaiakan kalau stoknya cukup,” pungkas Lukas (MJ-303)