Subdit I Ditrkrimsus Polda Jateng Gerebek Dua Tempat Pembuatan Garam Ilegal di Pati

IMG_20170504_171846

Semarang-mediajateng.net

Petugas Subdit I Perindustrian, Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Direktorat Resese Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng berhasil membongkar dua Usaha Dagang Garam yang diduga tanpa Ijin edar dan mutu pangan di tempat berbeda yaitu Juwana dan Tayu kabupaten Pati pada Rabu (26/4). Dari penggrebekan tersebut petugas berhasil mengamankan setidaknya 2 ribu kemasan garam dari UD Tunggak Semi dan UD Sumber Mulyo.

Saat penggrebekan Produksi garam ini petugas Subdit 1 menerjunkan dua tim masing masing unit II dan IV. Untuk unit II petugas berhasil menangkap pemilik usaha yaitu Sukini (40) yang mempunyai tempat usaha di dusun Genengmulyo Kecamatan Juwana, Pati. Usaha yang dirintis oleh Sukini ini sudah berjalan 4 tahun dengan omset sebesar Rp.50 Juta per bulan sedangkan keuntunganya mencapai Rp 5 juta.

Dari keterangan Kasubdit I Indagsi Diterkrimsus Polda Jateng AKBP Egy Andrian Suez mengatakan bahwa modus operandi pelaku ini sengaja memproduksi dan mengedarkan garam konsumsi beriodium yang tidak memenuhi SNI yaitu merk Bandeng, Cap Bintang Super dan Cap Tiga kerang Emas

“Saat berada di TKP dan dicek langsung oleh petugas Balai Besar Pom Semarsng tidak sesuai dengan label yang tertera, pada kemasan yang sudsh siap edar tertera 30-80 ppm namun setelah dilakukan pengujian ternyata 5,694/7,12 part per million (ppm) Ini jauh dibawah standar SNI,” ungkap Egy.

Egy menambahkan, dari tempat usaha tersebut petugas juga mengamankan 1.300 kemasan garam yang siap diedarkan ke pantura barat. Sementara dari unit IV petugas jugs berhasil menggerebek UD Sumber Mulyo milik Abasari yang terletak di Guyangan, trangkil, Pati dan ditemukan 700 kemasan garam bermerk Burung BM

” Kalau yang milik Abasari yan berlokasi Guyangan ini garamnya sudah memenuhi standar bahkan sudah di atas 30 part per million ( ppm ) namun secara ijin edar dan mutu pangan melanggar,” imbuh Egy.

Egy juga menyebut bahwa pembuatan garam tersebut berasal dari garam krasak (Kasar) yang di selep dsn dicampur oleh iodium yang dicampur air serta komposisinya tidak sesuai standar SNI 01-3565-2016. Keduanya dijerat denganPasal 141 dan atau 142 UU RI no.18/2012 tentang pangan.Pasal 120 UU RI no3 2014 tentang Perindustrian dan Pasal 62 (1) jo pasal 8 (1) UU RI no 8 ayat a dan e Undang undang RI No.8 tahun1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(MJ-303)

Tags: