BPKP Jateng Audit Perhitungan Kerugian Negara Pada Kasus Dugaan Korupsi BRT

images-3

Semarang-mediajateng.net

Penyidikan kasus dugaan korupsi pengoperasian delapan unit Bus Rapid Trans (BRT) Semarang memasuki tahap baru. Kasus ini telah sampai pada audit yang dilakukan oleh Badan Pegawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah.

“sudah digelar perkara, dokumen-dokumen kita diverifikasi sama BPKP. Nanti kalau sudah fix dan 7dokumen lengkap, terus dihitung jumlah kerugian negara operasional delapan unit BRT itu,” ungkap Kasubnit Tipikor Polrestabes Semarang Aiptu Arief Setiawan

Menanggapi terkait batasan waktu penghitungan atau audit yang dilakukan oleh BPKP, pihaknya belum bisa memastikan membutuhkan waktu berapa lama. Hanya saja, penyidik masih melakukan penambahan berkas yang diperlukan oleh pihak BPKP.

“Dari BPKP masih memerlukan dari kita terkait komponen operasional kendaraan. Termasuk juga keterangan dari DPKAD, dari biaya sewa mobil itu,” katanya.

Terkait jumlah saksi dalam dugaan kasus skandal BRT ini, Arif menegaskan belum ada penambahan saksi. Pihaknya masih menunggu hasil verifikasi yang dilakukan oleh Tim BPKP. 

“Saksi saksi sementara ini sudah cukup. Tapi kalau misalkan pihak BPKP minta saksi , nanti akan kita tambah ,” tegasnya.

Selain perhitungan kerugian negara oleh BPKP unit Tipikor Polrestabes juga telah melakukan survey atau pengecekan karoseri yang ada didaerah Magelang. Dimana karoseri tersebut merupakan tempat pembuatan BRT yang dilakukan oleh pihak koridor. 

“Hasil survey di Magelang pernah ada tim Pokja Lelang kesana dan ada order dari PT Matra Semar dan PT Mekar Flamboyan,”imbuhnya

Namun demikian, dari pihak karoseri tersebut juga menjelaskan adanya keterlambatan pengiriman BRT oleh pihak operator. Sedangkan sesuai perjanjian seharusnya bulan Juni 2016 sudah masuk di karoseri Magelang.

“dari pihak operator itu tadi yang mendatangkan armada kerangka bis kesana itu telat. Padahal janjinya sama Pemkot, Dishub ,BLU bulan Juni itu kelar selesai. Tapi malah Juni baru dimasukan ke karoseri di Magelang,”pungkasnya (MJ-303)