SEMARANG, mediajateng.net, – Pemutaran minggu pertama film “Ave Maryam” mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya dari Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Bersama dengan Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu, Walikota menghadiri acara nonton bareng (nobar) film tersebut yang diputar di E-Plaza Cinema Semarang, Minggu (14/4).

Usai nobar, Walikota yang akrab disapa Hendi ini mengatakan, Kota Semarang kembali menjadi daya tarik para sineas dari ibukota. Hal ini terbukti Film Ave Maryam mengambil lokasi syuting disejumlah bangunan bersejarah di Kota Semarang. Menurutnya, secara tidak langsung menjadi promosi wisata Kota Semarang sehingga semakin dikenal daerah lain.

“Film ini membantu mempromosikan Kota Semarang. Tadi saya nonton banyak lokasi bangunan Semarang untuk syuting, seperti Lawangsewu. Jadi film ini bikin ngetop Semarang,” ucapnya penuh bangga.

Menurutnya, film ini merupakan jenis film yang membutuhkan konsentrasi penuh terutama dari sisi alur hingga isi cerita. Namun Hendi menyampaikan apresiasi besar karena film ini bisa membangkitkan gairah perfilman Indonesia.

“Minggi pertama diputar aja sudah sampe 12ribu penonton. Artinya film Indonesia mulai dilirik masyarakatnya sendiri. Dan media harus bisa menceritakan akan kehebatan filmya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sutradara Ertanto Robby menyampaikan kesan yang mendalam selama proses pembuatan film di Kota Semarang. Bahkan dirinya langsung merasa nyaman ketika pertama kali datang ke Kota Semarang.

“Di Kota Semarang banyak bangunan bersejarah yang terpelihara dengan baik. Indah banget. Ditambah lagi kehidupan yang beragam. Misalkan ada satu keluarga agamanya beda-beda. Tapi rukun,” kesannya.

Pemerintah Kota Semarang juga menyambut dengan baik bagi para sineas dari kota lain dengan memberikan kemudahan perizinan saat dilakukan syuting.

“Seperti saat kami menggunakan Gedung Lawangsewu milik PT KAI. Pemkot Semarang langsung bisa membantu sehingga kami bisa syuting dengan lancer sampai selesai,” katanya.

Dalam Ave Maryam, selain melibatkan actor dan artis dari ibukota, sang sutradara juga mengajak aktris kecil asli kota Semarang, Nathania Widjaja yang masih berumur 10 tahun.

Nathania merasa bangga menjadi salah satu pemeran dalam film besutan sutradara Ertanto Robby. Ia mengaku sangat senang bisa berkolaborasi dengan sederet artis nasional seperti Maudy Koesnaedi, Chico Jerikho dan Olda Lydia.

“Hanya saja kesusahan hafalin dialog. Bawa susunya juga agak berat (dalam adegan dilm). Tapi nggak apa-apa,” kata Nathania.

Nathania berperan sebagai Dinda, seorang bocah pengantar susu. Ia mengaku tak menemui kendala saat proses syuting. (ot/mj)