SEMARANG, Mediajateng.net- Intan Permatasari dari Fakultas Teknologi Informasi Dan Komunikasi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) berhasil meraih juga satu mahasiswa berprestasi USM.

Intan menyisihkan 9 Mahasiswa yang mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi dan meraih nilai 93,17 yang digelar Kamis (8/2).

Kegiatan dibuka Wakil Rektor III Dr M Chaerul Latief menghadirkan wakil rektor I Prof Hardani Widiastuti sebagai dewan juri serta para dekan di lingkungan USM.

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi bertujuan untuk memacu perkembangan potensi mahasiswa USM. Moment ini juga menjadi kesempatan pemilihan mahasiswa sebagai perwakilan berpartisipasi dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat Jawa Tengah.

Wakil Rektor III M Chaerul Latif mengatakan kegiatan untuk memberikan penghargaan pada Mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tertinggi di masing-masing program studi yang diseleksi tingkat Universitas dan yang menyeleksi adalah dewan juri yang terdiri dari mewakili fakultas.

“Ada 10 Mahasiswa yang mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi dari berbagai program studi. Mahasiswa mempresentasikan makalahnya kepada dewan juri dan setelah itu terdapat sesi tanya jawab dari dewan juri,” ungkap Latif.

“Ada 3 komponen penilaian yang diujikan kepada Mahasiswa yang mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi, Makalah harus sesuai dengan kompentensinya, Presentasi Karya Ilmiah, Bahasa Inggris,” imbuhnya.

Selain Intan Permatasar Mahasiswa Berprestasi Peringkat I ada juga Lin Sururoh sebagai Mahasiswa Berprestasi Peringkat II yang mewakili program studi Akutansi,sedangkan Peringkat III Choerunisa sebagai Mahasiswa Berprestasi mewakili program studi Manajemen.

Ketiga Mahasiswa Berprestasi tersebut akan diberangkatkan di Taiwan pada bulan Maret mendatang.

Menjadi Mahasiswa Berprestasi tidak gampang karena juga harus melakukan seleksi terlebih dahulu dan memenuhi syarat yang sudah ditentukan yaitu IPK harus 3.00 ke atas, membuat makalah yang terkait dengan program studi, cakap berbahasa inggris, aktivis yang mempunyai sertifikasi berbagai soft skill.

Intan menjelaskan tentang makalah yang dipersentasikan kepada dewan juri dengan judul “Penerapan Literasi Media Untuk Mengatasi Berita Hoax Bagi Masyarakat Indonesia di Era Milenial Dalam Mencapai Sistem Development Goals (SDG)”.

Menurutnya sekarang banyak sekali berita hoax dan orang-orang belum tahu juga tentang peran aktif literasi media sesungguhnya.

Intan Permatasari mengungkapkan senang sekali bisa menjadi MAWAPRES Peringkat I, tetap bersyukur,berusaha dan terus berdoa karna apapun yang kita lakukan hasil tidak pernah mengkhianati.

“Semoga banyak yang berminat menjadi MAWAPRES, karena MAWAPRES tidak diukur dari IPK tetapi dari softskill pengalaman organisasi dan juga sebagai pemicu untuk meningkatkan orang-orang supaya bisa bersemangat dan memotivasi menjadi MAWAPRS,” imbuhnya.ot/mj