GROBOGAN, mediajateng.net- Hujan deras yang mengguyur beberapa Kabupaten Grobogan selama empat jam pada Minggi (2/12/2018) malam, mengakibatkan lima desa terendam banjir.

Banjir degan kecepatan tinggi langsung menggenang setinggi satu meter di lima desa yakni desa Lebak, Lebengjumuk, Tanggungharjo, Putatsari dan Grobogan. Kelima desa tersebut berada di Kecamatan Grobogan.

Ratusan rumah di kelima desa tergenang banjir setinggi 40-70 centimeter. Beberapa perkantoran serta sejumlah sekolah juga tak luput dari rendaman air banjir. Satu sekolah diantaranya SDN 1 Grobogan yang terpaksa menunda Ujian Tengah Semester (UTS) untuk para siswanya karena sekolah mereka kebanjiran.

Warga yang rumahnya kebanjiran terpaksa mengungsikan barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi. Galihi (39), warga Ketapang, Kelurahan Grobogan mengatakan hujan deras yang turun sejak pukul 19.00-23.00 WIB tersebut menyebabkan banjir di lingkungannya.

“Air mulai masuk rumah sekitar jam sebelas malam. Saya dan istri langsung menaikkan barang-barang ke tempat yang aman. Kalau tidak segera dipindahkan ada beberapa barang yang mudah rusak,” kata pria yang sehari-hari menjadi guru SD ini.

Banjir yang menggenangi sebagian area Kecamatan Grobogan ini juga membuat akses jalur terganggu. Pasalnya, air juga menggenangi jalur Jalan Provinsi Purwodadi-Pati. Semakin tinggi banjir merendam jalan tersebut, semakin banyak pengendara yang berhenti melanjutkan perjalanan atau beralih ke jalur lain.

“Saya sebenarnya mau pulang ke Sukolilo. Setelah tahu banjir ini, saya tidak berani melanjutkan perjalanan ke atas. Terpaksa, saya cari jalur lain yang tidak banjir. Kalau dipaksakan, air bisa masuk ke mobil soalnya mobil saya pendek,” kata Nardi, pengemudi mobil jenis city car ini.

Akses jalur tersebut juga mengalami kemacetan karena adanya banjir tersebut. Beruntung, petugas dari kepolisian dan TNI dibantu tim relawan PMI Kabupaten Grobogan turun ke jalan untuk mengatur lalu lintas dan membantu jalannya para korban banjir yang hendak mengungsikan barang-barang milik warga yang rumahnya terendam banjir. (Ag-Mj).