DEMAK, Mediajateng.net – Ratusan pecinta motor trail dari sejumlah komunitas trabas di Jateng berkumpul di Desa Jragung Kecamatan Karangawen, Demak, Minggu (7/10/2018). Dimulai dari lapangan sepakbola Jragung, mereka mencoba menaklukan trek yang cukup ekstrem untuk menguji adrenalinnya.

Selain itu, sepanjang 25 kilometer mereka juga disuguhi dengan pemandangan eksotis yang terhampar di lahan milik perhutani di wilayah setempat.

Tidak hanya sekedar melampiaskan hobynya saja, melalui event trabas jelajah hutan Jragung, komuitas trail ini juga mengadakan bhakti sosial.

“Alhamdulillah, kami bisa membantu pembangunan mushola di Desa Jragung. Uang yang terkumpul , hasil donasi teman – teman trail,” kata Ali Mustajab, Ketua Pelaksana dari Trail Community 88 Demak.

Ali menambahkan, teman-teman komunitas trail berkomitmen untuk terjun dalam aksi sosial, untuk mempererat tali persaudaraan antar pecinta trabas.

“Jadi, kami mengemas hobi tak sekadar hura-hura saja, tapi juga membantu sesama,” bebernya.

Kegiatan sosial yang dikemas dalam trabas jelajah hutan Jragung ini, banyak menarik perhatian pecinta trabas di Jateng, terlebih juga didukung oleh Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo dan Dandim 0716 Demak, Letkol Infantri Abi Kusnianto.

Sebanyak 300 pengendara ambil bagian dalam acara ini, diantaranya dari Semarang, Purwodadi, Kendal, Salatiga, Jepara, Klaten dan Demak.

“Rutenya kita selang seling dan keluar masuk hutan, biar teman – teman trail, gak sepaneng. Funnnya dapat, ekstrimnya juga dapat. Semuanya senang. Pokonya asyik, Mas,” ujarnya.

Bukan hanya trabas jelajah hutan saja, panitia juga mengadakan uji nyali tanjakan berhadiah. Para pecinta trail harus menaklukan sejumlah tanjakan tanpa harus turun dari motornya. Ada empat tanjakan, yakni Tanjakan Jagul dengan kemiringan 70 – 80 derajat dan panjang lintasan 100 meter.

Tanjakan Gunung Modhin, dengan kemiringan 30 – 45 derajat. Tanjakan TC 88 Edan dan Tanjakan Den Mas Tomy, kedua tanjakan itu merupakan tanjakan yang paling berat, meskipun kemiringan 70 – 80 derajat.

“Tanjakan Jagul, ada 10 orang yang bisa menaklukannya. Kalau Tanjakan TC 88 Edan dan Tanjakan Den Mas Tomy, tidak ada satupun yang bisa menaklukannya, ” ungkapnya.

Semantara itu, Kapolres Demak, AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, event ini sebagai salah satu wadah penyaluran hobby bagi para pecinta motor trail. Selain itu, juga mengenalkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia internasional, bahwa Kabupaten Demak memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Sumberdaya alam itu harus terus dikembangkan untuk menarik perhatian investor sehingga menjadikan Demak sebagai destinasi bagi wisatawan.

“Event ini sekaligus untuk mencari bakat – bakat muda khususnya warga Demak dan sekitarnya di bidang olahraga motor cross. Nantinya , mereka dapat mewakili Indonesia di ajang Internasional,” kata Maesa.