Grobogan, Mediajateng.net – Musim hujan telah tiba menjadi peringatan bagi warga Kabupaten Grobogan. Pasalnya, dari 19 kecamatan di Kabupaten Grobogan, sekitar 16 kecamatan berpotensi banjir. Serta 6 kecamatan lainnya rawan tanah longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. Terutama di daerah yang berpotensi mengalami kedua bencana tersebut.

Kepala BPBD Grobogan, Endang Sulistyoningsih mengatakan, pihaknya sudah mulai menyiapkan posko siaga dan menyebarkan nomor posko darurat. Hal itu disampaikannya saat menggelar rapat koordinasi dnegan beberapa instansi terkait, Senin (26/11/2018).

“Selain itu, kami juga sudah siagakan sarana prasarana yang dimiliki BPBD. Untuk sarana dan prasarana seperti alat berat dan beberapa alat lain yang tidak kami miliki, kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu seperti truck crane atau backhoe,” katanya.

Ditambahkan Endang, dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Grobogan, hanya Kecamatan Gabus, Toroh dan Kradenan tidak termasuk daerah rawan banjir. Namun, setidaknya sekitar 30.588 KK yang tinggal di 16 kecamatan lainnya terancam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu akan datang.

Endang menjelaskan, 16 kecamatan yang masuk dalam peta rawan banjir ini disebabkan banyak hal. Diantaranya, kiriman air dari kawasan dua pegunungan di wilayah Grobogan, yakni Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.

‘’Kondisi banjir bisa terjadi jika curah hujan dikawasan pegunungan sangat tinggi. Karena volume air yang melimpah, menyebabkan tidak bisa tertampung ke sungai dan akhirnya meluap ke perkampungan penduduk. Wilayah yang rawan banjir kebanyakan berada di sekitar aliran sungai besar,” jelas Endang. (Ag-Mj)