Semarang, Mediajateng.net –
Direktur Utama Rihlah Alatas Wisata Yang berkedudukan di Jakarta hari ini Kamis (26/1) menjalani pemeriksaan di unit Tipikor Polrestabes Semarang. Ahmad Fuadi diperiksa sebagai saksi atas tersangka Eko Agung Rahajo terkait gagalnya keberangkatan 147 orang jamaah umroh.

Usai pemeriksaan Ahamd Fuadi kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa dengan kasus ini perusahaan yang sudah dirintisnya semenjak 17 tahun silam harus menanggung kerugiaan inmaterial lantaran menjadi tercemar terkait pemberitaan di berbagai media

“Selaku Direktur utama saya menegaskan bahwa pihaknya sudah menutuskan kontrak dengan saudara Eko Agung sejak tanggal 1 Desember setelah melihat kejanggalan dalam pemberangkatan jamaah umroh di Jawa Tengah. Selama kerjasama dengan Eko Agung selama dua hingga tiga bulan pihaknya sudah memberangkatkan 285 jamaah umroh,” ungkapnya

Lanjut Ahmad Fuadi, setelah diselidiki ternyata dalam modusnya Eko Agung masih menggunakan nama perusahaan untuk menggaet calon Jamaah Umroh. Dari situ juga diketahui bahwa Agung ini menjual Umroh ke agen sebesar Rp .20 juta sedangkan agen sendiri menyetor ke Agung hanya Rp.13 Juta, padahal dari PT Rihalah Alatas Wisata dipatok harga paling murah Rp. 23 Juta.

“Kalau selisihnya satu hingga dua juta masih masuk akal, lha ini selisihnya hampir separuh ini khan gak logis. Diduga Eko Agung harus tambal sulam dalam memberangkatkan Jamaah Umroh,”imbuhnya.

Setelah kasus ini langkah PT Rihlah Alatas Wisata ingin memberikan win win solusi dengan 147 Jamaah yang belum berangkat dengan hanya membayar transportasi dan akomodasi sebesar Rp 18 Juta.

Usai kasus ini pihaknya menegaskan bahwa PT RAW sudah tidak mempunyai cabang di Jawa Tengah. Jika ada yang mengatasnamakan PT RAW berati kantor tersebut ilegal.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung 2 jam ini Direktur Utama PT Rihlah Alatas Wisata  menjawab 17 pertanyaan pasa penyidik seputar teknis keberangkatan Jamaah Umroh mulai dari sistem pembayaran hingga berada di Tanah Suci (MJ-303)

Comments are closed.